- Dehidrasi yang sering timbul akibat sulit makan, muntah, atau diare yang diikuti kehilangan cairan tubuh bermakna. Selain itu dehidrasi juga dapat timbul akibat keringat berlebihan, demam tinggi, atau udara yang sangat panas. Gejala awal biasanya rasa haus yang meningkat. Pada kondisi lebih erat dapat timbul hipotensi dan gangguan fungsi organ.
- Perdarahan dapat menimbulkan hipotensi akibat kehilangan volume darah. Penyebabnya antara lain trauma, operasi, perdarahan saluran cerna.
- Obat-obatan yang dapat mencetuskan penurunan tekanan darah mendadak atau perlahan. Antara lain obat untuk tekanan darah tinggi terutama bila obat dikonsumsi lebih dari satu jenis. Perhatikanlah cara minum obat agar tekanan darah tidak turun berlebihan. Selain itu obat-obat antidepresi, alkohol dan narkotika juga dapat menimbulkan hal yang sama.
- Infeksi di dalam tubuh terutama pada infeksi berat, dapat menyebabkan hipotensi akibat akumulasi cairan di tempat infeksi atau tempat lain. Selain itu pengaruh zat-zat inflamasi juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah lebih lanjut.
- Kelainan endokrin dapat menimbulkan tekanan darah rendah seperti pada gangguan hipotiroid, hipertiroid dan gula darah yang tinggi.
- Hipotensi akibat kelainan jantung dapat terjadi dari hasil manifestasi pada gagal jantung (lemah jantung) akibat penurunan fungsi pompa jantung, serangan jantung koroner (infark miokard akut), gangguan irama jantung baik yang terlalu lambat (bradikardia) ataupun terlalu cepat (takikardia), kelainan katup (kekakuan katup mitral dan aorta), emboli paru, dan infeksi di jantung.
- Reaksi anafilaksis akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu.
- Sindrom metabolik yang berkaitan dengan sistem metabolik tubuh, yaitu mengubah zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi sekaligus sistem yang membuang zat-zat yang tak diperlukan oleh tubuh dan jika dibiarkan beresiko munculnya penyakit diabetes dan penyakit-penyakit kardiovaskular.
- Sindrom kardiovaskular yang jika tidak diurus akan memicu penyumbatan pembuluh darah, serangan jantung, stroke, dan lainnya
- Sindrom kekebalan tubuh yang jika berlarut-larut akan menimbulkan peradangan, alergi, dan lainnya.
- Sindrom hormon yang berlanjut dengan sindrom menstruasi, menopause dini, dan menurunnya gairah seksual.
- Sindrom tulang yang akan memicu osteoporosis (keropos tulang) dan osteoartritis (radang tulang) dini.
- Sindrom malabsorbsi yang akan menyebabkan gangguan pencernaan seperti sering kembung, pola buang air besar yang tidak baik, dan lainnya.
- Sindrom stres yang jika tidak dilakukan manajemen stres akan berdampak buruk pada pengaturan sistem hormon.
- metilasi (kemampuan gen yang mencerminkan resiko gangguan kardiovaskuler),
- inflamasi (untuk mengetahui resiko peradangan dalam tubuh sebagai cerminan turunnya sistem kekebalan tubuh),
- glikasi (fungsi pengikatan glukosa oleh protein yang menentukan pengaturan komposisi lemak tubuh dan kontrol gula darah),
- oksidasi (terkait dengan munculnya penyakit degeneratif).
Tempat Anda duduk pun tak jadi soal, entah di kantor, sekolah, mobil, serta di depan komputer atau televisi. Masalahnya adalah, berapa lama Anda melakukannya.
Dalam editorial British Journal of Sports Medicine, pekan ini, Elin Ekblom-Bak dari Swedish School of Sport and Health Sciences memberi saran agar pejabat kesehatan memikirkan kembali bagaimana mereka mendefinisikan aktivitas fisik untuk menyoroti bahaya duduk.
Pejabat kesehatan telah mengeluarkan panduan yang merekomendasikan kegiatan fisik minimum agar seseorang tetap bugar, namun mereka tidak memberikan saran kepada orang untuk membatasi berapa banyak waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk. "Setelah empat jam duduk, tubuh mulai mengirimkan sinyal berbahaya," kata Ekblom-Bak. Dia menjelaskan bahwa gen yang mengatur jumlah glukosa dan lemak dalam tubuh mulai padam.
Meskipun orang itu rutin berolah raga, menghabiskan waktu lama duduk di depan meja tetap berbahaya. Tim Armstrong, pakar kegiatan fisik di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan orang yang berolah raga setiap hari, namun masih menghabiskan banyak waktu dengan duduk, baru memperoleh manfaat jika olah raga itu dilakukan beberapa kali dalam sehari daripada dilakukan hanya sekali.
"Kami belum memiliki bukti yang cukup untuk menyatakan berapa lama duduk yang berbahaya," kata Peter Katzmarzyk dari Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, Amerika, yang memimpin studi itu. "Tapi tampaknya, makin sering Anda berdiri dan menyela perilaku tak bergerak itu, makin bagus."
Survei yang dilakukan sebuah lembaga di Amerika Serikat pada 2003-2004 menunjukkan bahwa orang Amerika menghabiskan lebih dari separuh waktu mereka di atas kursi, mulai bekerja di depan meja sampai di balik kemudi mobil.
Para ilmuwan menyatakan perlu lebih banyak riset untuk mengetahui duduk berapa lama yang berbahaya dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh buruk tersebut.
"Orang harus tetap berolahraga karena itu mempunyai banyak manfaat," kata Ekblom-Bak. "Tapi ketika mereka di kantor, mereka harus berusaha menyela aktivitasnya di atas kursi sesering mungkin. Jangan mengirim e-mail kepada rekan sekantor. Berjalan dan bicara langsung padanya. Berdiri."
Sungguh Allah Sudah mengatur Kehidupan kita dengan Porsi dan batasan tertentu kita di didik untuk tidak berlebihan dalam segala hal baik dalam ibadah, aktivitas dll karena sesuatu yang berlebihan bisa mendatangkan suatu ke mudaratan baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti, jadi jalanilah hidup ini dengan keseimbagan antara ibadah dan aktivitas ke dunia an, subanallah ilmu pengetahuan telah membuktikan kebenaran Dalam Al-Qur'an
Dan janganlah kamu berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.” (al-Maa’idah [5]: 87)
Sudahkah Kita memahami dan meyakini ayat - ayat Al-Qur'an secara baik dan benar dalam kehidupan kita ? mari saatnya kita menggali ilmu dalam Al- Qur'an ayat per ayat tiap harinya karena kemajuan IPTEK dan teknologi dunia hanya bersumber dari Firman Allah karena tanpa Al-qur'an kehidupan dunia modern tidak akan maju sehebat sekarang ini, namun sayangnya generasi muda masih jauh dari Al- Qur'an padahal Allah Berfirman :
Allah Memberikan hikmat kebijaksanaan (ilmu) kepada siapa yang ia kehendaki, barangsiapa diberi hikmat, sesungguhnya dia diberi kebaikan yang banyak dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang - orang yang mempunyai akal sehat. [QS. Al-Baqarah (2):269]
Dampak kelelahan ini adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Kelelahan berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan sistim pencernaan, gangguan sistim jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak serta penurunan daya tahan tubuh. Kelelahan serta stress yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal di dalam tubuh kita.
Kelelahan fisik dan psikis akan memperburuk daya tahan tubuh seseorang yang mengalami kelelahan tersebut karena mereka akan mudah terkena infeksi virus seperti virus flu, mudah terjadi infeksi usus berupa diare mereka juga rentan terkena infeksi virus Hepatitis, Demam Thypoid dan virus demam berdarah. Mereka yang mengalami kelelahan juga sebenarnya sudah tidak berkonsentrasi dan bekerja dengan baik selain itu emosinya juga menjadi tinggi. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Berbagai penyakit kronis dapat menjadi kambuh jika seseorang mengalami kelelahan antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, asma, Diabetes Mellitus, hipertensi, stroke dan serangan jantung.
Gangguan pencernaan merupakan hal utama yang terjadi jika seseorang mengalami kelelahan. Keluhan pencernaan yang timbul antara lain nafsu makan berkurang dimana hal ini akan memperparah kondisi fisik yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Seseorang yang mengalami kelelahan juga akan mengalami mual bahkan muntah serta nyeri di ulu hati. Apabila sudah ditemukan adanya gangguan kesehatan seperti mual muntah dan sakit kepala serta nyeri dada adalah peringatan agar berhenti beraktifitas untuk mengobati gangguan kesehatan yang terjadi.
Ketika seseorang telah mengalami puncak kelelahan yang telah terakumulasi selama beberapa waktu, maka mereka beresiko besar mengalami serangan jantung yang salah satu tandanya adalah nyeri dada. Serangan jantung sendiri sebenarnya bukan terjadi tiba-tiba tetapi merupakan suatu proses. Faktor risiko untuk terjadinya serangan jantung tersebut sebenarnya dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan laboratorium. Ada beberapa penyakit yang nilainya hanya diketahui dengan pemeriksaan antara lain pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan urin dan tinja, pemeriksaan gula darah, kadar kolesterol darah, kadar asam urat, pemeriksaan fungsi ginjal dan fungsi hati. Selain itu pemeriksaan tekanan darah penting untuk mengetahui adanya hipertensi. Oleh karena itu dengan pemeriksaan kesehatan rutin terutama untuk masyarakat yang sudah berumur diatas 40 tahun merupakan suatu hal yang penting. Secara khusus untuk jantung pemeriksaan EKG saat istirahat dan pemeriksaan Treadmil Test (TMT) merupakan skrining yang baik untuk mengidentifikasi adanya gangguan jantung.
Selain pemeriksaan kesehatan rutin, maka bagi masyarakat yang memang super sibuk diminta untuk tetap mempertahankan jumlah tidur minimal 6 jam sehari, dimana ada kesempatan untuk beristirahat maka dianjurkan untuk beristirahat. Tetap memperhatikan waktu makan minimal tiap 6 jam, sebaiknya disela waktu makan ada makanan yang diskonsumsi terutama makanan yang sehat tidak mengandung coklat, keju, berlemak dan mengurangi goring - gorengan. Namun air putih harus tetap dipertahankan sebanyak minimal 2 liter per hari . Lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur - sayuran. Diwaktu antara makan baik juga untuk selalu mengkonsumis buah. Mengurangi menghisap rokok, minuman bersoda, dan minum kopi jangan berlebih-lebihan maksimal 2 gelas sehari. Suplemen sebaiknya juga jangan berlebihan dikonsumsi dan sebaiknya juga dihindari minuman yang berkafein atau mengandung ginseng. Karena sebenarnya yang dibutuhkan tubuh saat itu adalah istirahat. Selain itu juga yang terpenting melakukan olah raga secara teratur.
Prosedur terapi merupakan operasi kecil dgn pembiusan lokal dan dapat selesai dalam 1 jam. Setelah operasi selesai maka pipi ditekan dgn pembalut tekan selama 5-7 hari. Terapi ini hanya dilakukan satu kali seumur hidup karena hasilnya bersifat permanen.
Utk efek samping mini liposuction,tidak ada yg membahayakan. Memar kebiruan sedikit adalah hal yg normal terjadi dan akan hilang dalam beberapa hari. Namun begitu,hasil dari terapi bisa saja membuat pipi kurang rata apabila dokter operator kurang berpengalaman. Oleh karena itu,lakukanlah pd dokter ahli yg berpengalaman.
Ada yg mengira bahwa cara "mengempiskan" pipi tembem adalah dgn cara botox. Namun ternyata kondisi yg biasa "dibotox" adalah rahang besar pd wajah persegi,yg disebabkan karena otot pengunyah (masseter) mengalami hipertrofi (pembesaran).
Utk membuat wajah terlihat tirus,suntikan botox cukup dilakukan satu kali pd pipi bagian bawah di depan telinga. Namun setelah 3-4 bulan biasanya akan kembali lagi ke kondisi semula. Oleh karena itu diperlukan kembali suntikan berikutnya.
Keringat berlebih pd telapak tangan dan kaki belum tentu merupakan petanda penyakit. Keringat yg berlebih dapat disebabkan oleh produksinya yg meningkat akibat saraf simpatis aktif bekerja. Keluhan ini bisa merupakan pertanda adanya kelainan produksi kelenjar keringat pd tangan dan kaki maupun kelainan/gangguan fungsi hormon tubuh lainnya. Keluhan ini perlu mendapatkan perhatian karena bisa saja merupakan gejala penyakit hipertiroid,yaitu suatu keadaan akibat peningkatan hormon tiroid bebas dalam darah.
Gejala penyakit hipertiroid selain dgn gejala keluarnya keringat berlebih pd telapak tangan dan telapak kaki juga disertai tanda2 lain,yaitu tremor halus (gemetaran),suara parau,eksopthalmus (bola mata besar dan menonjol),sering lapar,rasa gerah/panas badan di dalam,dan badan bertambah kurus. Hal pertama yg dilakukam adalah pemeriksaan darah utk mengetahui aktifitas kelenjar tiroid,bila benar merupakan kelainan di kelenjar itu maka hal tersebut harus dikonsultasikan pd seorang ahli penyakit dalam subspesialisasi endokrin.
Keringat berlebih pd penyakit jantung biasanya terjadi jika seseorang sedang menderita serangan jantung,namun gejala keringat berlebih pd serangan jantung tersebut hanya merupakan salah satu tanda saja (tidak khas). Oleh sebab itu masyarakat sebaiknya melakukan tradmill test setahun sekali utk mengetahui apakah ada positive ischemic response. Laki2 usia lebih dari 40 tahun atau perempuan di atas 50 tahun sebaiknya melakukan treadmill test setahun sekali utk mengetahui kelainan jantung.
Beberapa tanda yg dapat membedakan antara gejala sakit jantung dgn penyakit tiroid,yaitu :
1. sakit dada yg meningkat dgn bertambahnya aktivitas dan menurun dgn berkurangnya aktivitas.
2. mengeluh sakit dada,tekanan darah tinggi,merokok,sakit gula,kolesterol tinggi dan riwayat keluarga sakit jantung koroner usia muda serta stres yg berlebih.
3. ada riwayat jantung koroner sebelumnya.
4. dari pemeriksaan EKG atau treadmill test,ada kelainan yg menunjukkan iskemia atau infark.
5. ada peningkatan kadar enzim jantung,troponin dan CK-MB dari pemeriksaan darah.
Penggunaan air panas saat mandi dan membasuh muka sering menjadi tips kecantikan yg banyak direkomendasikan,namun ternyata dari segi medis hal itu tidak dibenarkan. Pemakaian air panas secara rutin dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Air panas akan mengakibatkan terjadinya pengikisan lapisan mantel lemak (sebum) kulit yg berfungsi sebagai pelembab kulit. Sebum bekerja dgn cara mencegah penguapan air yg berlebihan dari kulit. Dgn hilangnya sebum maka kulit akan mudah mengalami iritasi karena hilangnya faktor pelembab pd kulit. Iritasi yg berulang akan membuat kerusakan dan mempercepat terjadinya kerutan di wajah.
Bahaya lain dari penggunaan air panas utk membasuh muka dan mandi adalah memudahkan munculnya alergi pd kulit. Hal ini terjadi karena kehilangan sebum akan memudahkan bahan kimia masuk ke dalam tubuh dan mengakibatkan reaksi alergi. Akibat kulit digaruk maka garukan akan membuat luka sehingga memudahkan pula terjadinya infeksi oleh bakteri maupun jamur kulit.
Oleh karena itu,penggunaan air panas sebagai pembasuh muka dan mandi utk semua umur tidak dianjurkan,terutama pd bayi dan orang tua. Pd golongan ini,sebum relatif lebih sedikit kandungannya pd kulit. Selain itu,mandi sauna pun tidak dibenarkan karena panasnya juga akan merusak kulit
Air yg baik utk digunakan sebagai pembasuh muka ataupun mandi adalah air yg kira2 bersuhu 36 derajat celcius. Dgn suhu tersebut,panas air masih dapat ditoleransi tubuh dan maksimal batas toleransinya adalah 50 derajat celcius. Utk lebih amannya lagi,gunakanlah air utk mandi dan membasuh muka sesuai suhu kamar.
Sendi dapat mengalami degenerasi akibat penuaan. Salah satu pnyakitnya adalah osteoarthritis. Cara terbaik utk mempertahankan kesehatan sendi adalah dgn mempertahankan gerakannya dgn baik.
Bbrp hal yg harus diperhatikan agar kondisi sendi dapat terjaga dgn baik dan meminimalisirkan proses kerusakan akibat penuaan sehingga dapat ditunda :
§ Perhatikan berat badan
mempertahankan berat badan merrpakan hal terbaik utk menghindari proses degenerasi pd sendi yg mempertahankan berat tubuh seperti lutut,panggul dan tulang belakang.
§ Tetap bergerak
jika terlalu banyak diam mengakibatkan gerakan sendi kurang sehingga menghambat sirkulasi cairan pd sendi. Lakukan perubahan posisi dan peregangan secara berkala utk memperlancar sirkulasi misalnya dgn olahraga jenis low impact.
§ Latih kekuatan otot utk membantu beban sendi
otot yg kuat dapat membantu kerja sendi sehingga berat yg bertumpu pd sendi dapat berkurang. Pastikan berkonsultasi dulu dgn dokter atau ahli yg paham gerakan otot supaya latihan dapat efektif dan terhindar dari cedera.
§ Kenali batas kekuatan tubuh
lakukan latihan secara berkala sebelum melakukan aktivitas berlebihan. Batasan kekuatan biasanya tidak ada nyeri lebih dari 48 jam pd sendi setelah melakukan aktivitas berat jika ada maka latihan yg dlakukan berlebihan.
§ Usahakan postur tubuh ideal
usahan berjalan dan duduk dalam posisi tegak sehingga beban bertumpu pd tempat yg seharusnya. Saat membawa ransel,usahakan agar beban dapat terbagi pd 2 bahu. Bungkukkanlah lutut ktika mengangkat barang2 berat.
§ Lindungi sendi dgn menggunakan pelindung saat melakukan aktivitas berat
saat bekerja dgn aktifitas jongkok-berdiri dan olahraga gunakanlah pelindung lutut. Cedera pd sendi atau tulang yg berhubungan dgn sendi dapat merusak sendi lebih cepat.
§ Jika cedera segeralah lakukan pengobatan
salah satu komplikasi cedera sendi adalah perdarahan yg disebut hemarthrosis dgn gejala bengkak dan nyeri. Segera ke dokter utk mengeluarkan darah tersebut karena jika dibiarkan maka darah dpt mengakibatkan kerusakan sendi. Utk menghilangkan nyeri dan bengkak gunakan es yg dbungkus kain atau handuk lalu tempelkan selama 10 menit ke daerah dekat cedera. JANGAN DITEMPELKAN LANGSUNG PD SENDI !
§ Konsumsi makanan berkalsium sesuai kbutuhan misalnya susu dan brokoli
Dgn stetoskop kita dapat mendengar bunyi jantung normal,yg biasanya dideskripsikan sebagai 'lub,dub,lub,dub..' Bunyi 'lub' dikaitkan dgn penutupan katup atrioventrikular (A-V) pd permulaan sistol,dan bunyi 'dub' dikaitkan dgn penutupan katup semilunaris (aorta dan pulmonaris) pd akhir sistol. Bunyi 'lub' disebut bunyi jantung pertama dan 'dub' sebagai bunyi jantung kedua,karena siklus normal jantung dianggap dimulai pd permulaan sistol ketika katup A-V menutup.
Penyebab bunyi jantung ialah getaran pd katup yg tegang segera setelah penutupan bersama dgn getaran darah yg berdekatan,dinding jantung,dan pembuluh2 utama sekitar jantung. Jadi,dalam mencetuskan bunyi jantung pertama,kontraksi ventrikel menyebabkan aliran balik darah secara tiba2 yg mengenai katup A-V (katup mitral dan katup trikuspidal),sehingga katup ini mencembung ke arah atrium sampai korda tendinea secara tiba2 menghentikan pencembungan ini. Elastisitas katup yg tegang kemudian akan mendorong darah kembali ke ventrikel2 yg bersangkutan. Peristiwa ini menyebabkan darah dan dinding ventrikel serta katup yg tegang bergetar dan terjadi turbulensi getaran dalam darah. Getaran kemudian merambat melalui jaringan didekatnya ke dinding dada,sehingga dapat terdengar sebagai bunyi melalui stetoskop.
Bunyi jantung kedua ditimbulkan oleh penutupan katup semilunaris yg berlangsung tiba2. Ketika katup semilunaris menutup,katup ini menonjol ke arah ventrikel dan regang elastis katup akan melentingkan darah kembali ke arteri,yg menyebabkan pantulan yg membolakbalikkan darah antara dinding arteri dan katup semilunaris serta antara katup dan dinding ventrikel. Getaran yg terjadi di dinding arteri kemudian dihantarkan di sepanjang arteri. Bila getaran dari pembuluh atau ventrikel mengenai 'dinding suara' misalnya dinding dada,getaran ini menimbulkan suara yg dapat didengar.
Lama dari setiap bunyi jantung sedikit lebih dari 0,1 detik,bunyi pertama kira2 0,14 detik dan kedua kira2 0,11 detik. Penyebab dari lebih singkatnya bunyi kedua adalah katup semilunaris yg lebih tegang daripada katup A-V,sehingga katup2 ini bergetar selama masa waktu yg lebih pendek daripada katup A-V. Kisaran frekuensi yg dapat didengar (tinggi nada) pd bunyi jantung pertama dan kedua,dimulai pd frekuensi yg paling rendah yg dapat dideteksi oleh telinga dan terus naik sampai sekitar 500 siklus/detik. Bila digunakan alat elektronik khusus utk merekam suara,sejauh ini bagian terbesar dari suara yg dapat terekam adalah pd frekuensi di bawah kisaran suara yg dapat didengar,terus terus sampai 4 bahkan 3 siklus/detik dan memuncak pd sekitar 20 siklus/detik. Utk alasan ini,beberapa bunyi jantung dapat direkam secara elektronik bila tidak dapat didengar dgn stetoskop.
Bunyi jantung kedua secara normal memiliki frekuensi lebih tinggi daripada bunyi jantung pertama karena :
1. Ketegangan katup semilunaris jauh lebih besar daripada katup A-V.
2. Koefisien elastisitas arteri lebih besar sehingga ruang2 utama jantung bergetar selama bunyi kedua bila dibandingkan dgn ruang ventrikel yg jauh lebih longgar saat menimbulkan sistem getaran pd bunyi jantung pertama.
Kadang2 terdengar bunyi jantung ketiga yg lemah dan bergemuruh pd awal 1/3 bagian tengah diastol. Bunyi ini timbul karena adanya ketegangan korda tendinae dan mengembangnya ventrikel pd fase pengisian. Bunyi tersebut merupakan hal normal pd anak dan dewasa muda. Kecepatan pengisian ventrikel dan besarnya amplitudo dari getaran dinding ventrikel mempengaruhi bunyi yg terdengar. Bunyi jantung ketiga sisi kiri dapat didengar pd apeks jantung dgn posisi pasien berbaring miring ke kiri. Sebaliknya bunyi jantung ketiga sisi kanan dapat didengar pd batas bawah sternal kiri.
Bunyi jantung keempat (bunyi atrium) pd beberapa orang dapat terekam di fonokardiogram tetapi dgn stetoskop hampir tidak dapat terdengar karena frekuensinya yg rendah,biasanya 20 siklus/detik atau kurang. Bunyi ini timbul pd akhir fase diastolik dan bersamaan dgn kontraksi atrium (atrial kick). Penyebab timbulnya bunyi ini karena atrium kiri maupun kanan menghadapi kekakuan ventrikel. Dgn demikian,adanya bunyi jantung keempat merupakan pertanda ada kelainan jantung yaitu berkurangnya daya regang ventrikel sebagai akibat hipertrofi ventrikel ataupum iskemia miokard. Bunyi ini paling baik terdengar dgn stetoskop yg diletakkan pd apeks jantung dgn posisi pasien berbaring miring ke kiri.
Celana ketat yg menempel saat ini sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Tanpa mereka sadari ada bahaya mengancam di balik penggunaan celana ketat,antara lain gangguan kesuburan yg mengakibatkan kemandulan. Terutama bila celananya mengandung poliester,jeans atau berbahan nilon. Efek paling merugikan akan dirasakan sekali pd laki2.
Ketidaksuburan pd laki2 disebabkan oleh gesekan kulit dgn bahan celana. Gesekan ini akan menimbulkan gelombang elektromagnetik yg dapat menaikkan suhu udara di sekitar penis menjadi >37 derajat Celcius. Padahal suhu normal yg dibutuhkan penis harus di bawah 36,5 derajat Celcius. Bila hal ini terjadi dalam jangka waktu lama maka akan mengganggu proses pembentukan sperma (spermatogenesis) pd laki2. Bila celana tersebut dipakai sepanjang hari dan terus berulang setiap hari dapat berakibat terjadinya kemandulan. Ketidaksuburan terjadi karena penggunaan celana ketat yg akan mengecilkan buah zakar. Akibatnya,fungsinya pun terganggu dan menurunkan kualitas sperma. Hal ini akan mempengaruhi pd kemampuan utk membuahi sel telur perempuan.
Jika sudah terlanjur menggunakan,sebaiknya berikan jeda waktu istirahat agar suhu udara di sekitar penis kembali normal. Jika bisa,gantilah dgn celana berbahan longgar,berbahan katun 100% agar bisa menyerap keringat,dan tidak berbahan tebal.
Seorang wanita berusia 24 tahun dgn nyeri perut kanan bawah yg sudah berlangsung 1 bulan,didiagnosis apendisitis kronis. Komponen anatomi pertanyaan klinis yg dapat dicari jawabannya adalah sebagai berikut :
1. Pasien dan masalahnya
- bagaimana mengelompokkan pasien yg mempunyai karakteristik (masalah primer,penyakit,dan penyakit penyerta) serupa ?
2. Intervensi,faktor prognostik,dan paparan yg dipertimbangkan
- apa yg ingin dilakukan terhadap pasien ?
- obat2an apa saja yg akan diberikan ?
- perlukah merujuk ke spesialis bedah ?
- adakah penyakit yg menyertai ?
- apakah pasien seorang perokok ?
3. Perbandingan pilihan terapi
- apa alternatif utama dari pilihan terapi yg tersedia ?
- apakah akan mencoba memberikan salah satu obat dari 2 pilihan yg tersedia ?
- apakah diberikan obat atau hanya plasebo ?
- teknik bedah yg mana yg akan dilakukan ?
4. Hasil akhir
- hasil akhir bagaimana yg ingin dicapai ?
- kesembuhan atau menghilangkan gejala ?
Dgn memasukkan semua komponen di atas utk penderita tadi,dapat dirumuskan suatu pertanyaan sebagai berikut : apakah seorang wanita dewasa muda dgn apendisitis kronis tanpa penyakit penyerta lain,lebih baik menjalani apendektomi laparoskopi daripada apendektomi terbuka ?
Dgn mencari literatur berdasarkan kata kunci "laparoscopic appendectomy" pd suatu database Medline,dapat ditemukan lebih dari seratus artikel ilmiah yg berhubungan dgn tindakan apendektomi laparoskopi. Setelah mengumpulkan sumber literatur yg tersedia,pilihlah penelitian yg mempunyai tingkatan bukti tertinggi. Ketika artikel ilmiah tersebut telah ditelaah dan dianggap memenuhi persyaratan validitas,dan dianggap dapat diterapkan,maka dapat disimpulkan bahwa apendektomi laparoskopi dapat dilakukan terhadap pasien wanita muda 24 tahun dgn diagnosis apendisitis kronis. Kesimpulan menurut artikel tersebut berlaku di tempat yg fasilitas bedahnya lengkap dgn spesialis bedah yg berpengalaman.
Apendektomi laparoskopi mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dgn apendektomi terbuka,kecuali bila terdapat kontraindikasi atau pembedahan tidak mungkin dilakukan. Pada kasus gangrenous atau perforasi,apendektomi laparoskopi mempunyai risiko tinggi utk infeksi intra abdomen.
Pd tahap evaluasi,terdapat 3 pertanyaan dasar yg harus dijawab utk setiap tipe penelitian :
- apakah hasil penelitian tersebut valid ?
- apa kesimpulan dari penelitian tersebut ?
- apakah hasil penelitian tersebut membantu penanganan pasien saya ?
Utk menjawab pertanyaan pertama,diperlukan penelaahan lebih jauh,yaitu :
1. Apakah pasien dalam penelitian tersebut dikelompokkan secara acak (random) ?
2. Apakah semua pasien yg masuk dalam penelitian mencapai akhir studi ?
3. Apakah follow-up lengkap ?
4. Apakah semua pasien menjalani penelitian sesuai dgn pengelompokkan secara acak yg telah ditetapkan sebelumnya ?
5. Apakah pasien,dokter,dan peneliti mengetahui terapi pd penelitian tersebut (terapi tersamar) ?
6. Apakah karakteristik kedua kelompok penelitian dapat dianggap sama ?
7. Selain perbedaan terapi yg diteliti,apakah kedua kelompok diperlakukan secara sama ?
Setelah semua pertanyaan terjawab dgn memuaskan,maka dapat ditentukan apakah bukti yg didapatkan tersebut dapat dipraktekkan pd pasien. Sebagai panduan,suatu penelitian yg valid dan dapat diterapkan,sebaiknya mempunyai ciri sebagai berikut :
* alokasi acak
* ada follow-up pasien ( >80% pasien)
* menggunakan rancangan tersamar
* kesamaan karakteristik dasar pd waktu awal penelitian.
Diperlukan evaluasi lanjutan setelah bukti2 tersebut diterapkan agar keberhasilan terapi dapat ditentukan. Demikianlah suatu proses EBM dijalankan.
Dalam mempraktekkan EBM,pengelolaan pasien dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut :
1. Dari seorang pasien,timbul masalah atau pertanyaan klinis mengenai penanganan pasien.
2. Perumusan suatu pertanyaan klinis yg baik mengenai kasus yg dihadapi.
3. Menentukan sumber pustaka yg tepat dan memulai suatu penelaahan pustaka.
4. Menentukan validitas dan kemungkinan kegunaan dari bukti yg didapat dalam praktek klinis.
5. Mengintegrasikan bukti yg sudah diseleksi dgn pengalaman klinis dan selera pasien kemudian diterapkan pd pasien.
6. Mengevaluasi keberhasilan terapi setelah menerapkan bukti klinis tersebut.
Proses suatu EBM dimulai dari adanya suatu permasalahan dalam penanganan seorang pasien. Dari permasalahan tersebut dapat dibuat pertanyaan klinis yg jawabannya dibutuhkan utk menangani kasus itu. Bentuk pertanyaan dalam proses EBM harus memenuhi syarat anatomi pertanyaan yg baik agar pencarian data/literatur efisien dan teratur. Pertanyaan2 tersebut mencakup beberapa hal yaitu :
* pasien dan masalahnya
* intervensi,faktor prognostik,dan paparan
* perbandingan dari pilihan terapi yg tersedia
* hasil akhir.
Langkah selanjutnya adalah mencari pustaka yg sesuai utk menjawab pertanyaan klinis tersebut dgn menggunakan kata kunci. Pencarian pustaka dapat dilakukan di perpustakaan atau melalui internet. Sumber literatur yg telah dianggap standar bagi masyarakat medis adalah Medline dan Embase. Suatu organisasi nonprofit,Cochrane Collaboration,menelaah semua artikel yg dipublikasi dan melakukan seleksi serta penilaian validitas suatu penelitian. Organisasi tersebut secara periodil mempublikasikan telaah mereka dalam bentuk CD-ROM.
Sumber literatur yg telah dikumpulkan kemudian dievaluasi. Bukti penelitian terdiri atas beberapa tingkatan. Bukti yg akan dipakai utk menjawab pertanyaan klinis yg sudah dibuat haruslah yg mempunyai kekuatan tingkatan bukti yg kuat. Terdapat beberapa sistem utk menilai tingkatan bukti. Sistem pertama dibuat oleh Canadian Task Force on the Periodic Health Examination pd tahun 1970an. Terdapat beberapa sistem lain,tetapi tampaknya sistem inilah yg paling banyak dipakai. Studi yg dilaksanakan melalui alokasi subjek secara acak biasanya mendapat nilai yg paling tinggi karena kecilnya resiko bias. Jadi,studi random berpembanding dan tersamar dimasukkan ke dalam bukti tingkat I selama penelitiannya dilakukan secara baik.
Tingkatan bukti berdasarkan Canadian Task Force on the Health Examination.
I. Bukti didapat dari 1 atau lebih studi random berpembanding tersamar yg dilaksanakan dgn baik.
II-1. Bukti didapat dari uji berpembanding yg didesain dgn baik,tanpa alokasi acak.
II-2. Bukti didapat dari studi kasus-kelola atau studi kohort yg didesain dgn baik,lebih disukai bila didapat lebih dari 1 institusi atau kelompok peneliti.
II-3. Bukti didapat dari penelitian yg dilakukan pd waktu atau tempat lain dgn/tanpa intervensi ; hasil dramati dari suatu percobaan tanpa pembanding dapat juga dimasukkan dalam kategori ini. Misalnya penemuan penisilin pd tahun 1940an.
III. Opini suatu lembaga terhormat,berdasarkan pengalaman klinis,studi deskriptif,atau laporan dari suatu komite ahli.
Sistem ini sangat berharga karena kesederhanaannya tetapi kesulitan akan timbul ketika pembaca ingin mengumpulkan hasil dari beberapa penelitian,baik secara informal ketika sedang membaca maupun ketika sedang melakukan suatu pengamatan sistematis. Keputusan harus dibuat untuk menentukan apakah suatu hasil penelitian akan dimasukkan atau dikeluarkan,tergantung dari kualitas penelitian.
EBM sebagai salah satu kemajuan ilmu kedokteran merupakan pedoman/acuan terkini utk pengambilan keputusan medis oleh para dokter dalam praktiknya sehari2. Dgn mempraktekkan EBM maka seorang dokter mengintegrasikan pengalaman klinis para ahli dgn bukti klinis yg telah ada dalam laporan penelitian. Dgn demikian,suatu prosedur atau tindakan medis yg dilakukan terhadap pasien tidak lagi berdasarkan opini seorang ahli atau pengalaman anekdotal lainnya,melainkan berdasarkan langkah sistematis utk mencari bukti penelitian yg terbaik. Bukti tersebut dijadikan alat bantu utk pengambilan keputusan dalam penanganan pasien utk meningkatkan keberhasilan terapi dan memperbaiki kualitas hidup pasien.
Langkah2 dalam EBM yaitu :
1. Memformulasikan pertanyaan tentang masalah kedokteran yg dihadapi.
2. Menelusuri bukti2 terbaik utk mengatasi masalah tersebut.
3. Mengkaji bukti,validitas,dan kesesuaiannya dgn kondisi praktik.
4. Menerapkan hasil kajian.
5. Mengevaluasi penerapannya.
Secara lebih rinci,EBM merupakan keterpaduan antara best research evidence,clinical expertise dan patient values. Best research evidence merupakan bukti2 ilmiah yg berasal dari studi2 dgn metodologi terpercaya yg dilakukan secara benar. Studi yg dimaksud juga harus menggunakan variabel2 penelitian yg dapat diukur dan dinilai secara obyektif serta memanfaatkan metode2 pengukuran yg dapat menghindari risiko "bias" dari peneliti. Utk bisa menjabarkan EBM dgn baik diperlukan kemampuan klinik (clinical expertise) yg memadai. Kemampuan tersebut mencakup pengidentifikasian secara cepat kondisi pasien,membuat perkiraan diagnosis secara cepat dan tepat,mengenali faktor2 yg menyertai,dan memperkirakan kemungkinan manfaat serta risiko dari bentuk penanganan yg akan diberikan. Kemampuan klinik ini hendaknya disertai pula dgn pengenalan secara baik terhadap nilai2 yg dianut dan harapan yg tersirat dari pasien (patient values).
Setiap pasien tentu mempunyai nilai2 tentang status kesehatan dan penyakitnya serta harapan atas upaya penanganan dan pengobatan yg diterimanya. Hal2 seperti itu harus dipahami benar oleh dokter agar setiap upaya pelayanan kesehatan yg dilakukan dapat diterima. Oleh karena itu,terapi harus berdasarkan bukti2 ilmiah yg mempertimbangkan nilai2 subyektif yg dimiliki pasien.
Alasan penerapan EBM adalah agar dapat memberikan terapi terbaik utk pasien. Selain itu,makin meningkatnya pengetahuan dan tingkat pendidikan pasien telah menuntut dokter utk melakukan yg terbaik menurut standar ilmu. EBM juga dapat melindungi dokter dari tuntutan malpraktek akibat keputusan terapi yg tidak berdasarkan bukti karena EBM merupakan sumber informasi terdepan mengenai diagnosis,prognosis,terapi dan pencegahan yg sangat dibutuhkan dalam praktik dokter.
Label "internasional"" di belakang nama rumah sakit saat ini sedang menjadi tren. Hampir di setiap kota besar memiliki rumah sakit yg menyebut dirinya sebagai "rumah sakit internasional". Namun benarkah mereka memiliki standar internasional ? Perbedaan antara rumah sakit internasional dan rumah sakit non-internasional terletak pd ada tidaknya akreditasi/sertifikasi dari lembaga akreditasi dunia yg
diakui pemerintah. Termasuk di dalamnya mutu pelayanan,sarana prasarana yg ada hingga sertifikasi internasional yg dimiliki dokter dan perawat. Baru ada 2 rumah sakit di Indonesia yg terakreditasi internasional yaitu Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk dan Rumah Sakit Siloam Karawaci. Beberapa rumah sakit lainnya sedang berproses menuju akreditasi internasional termasuk RSCM.
Mengenai maraknya pencatutan "internasional" oleh beberapa rumah sakit dianggap sebagai upaya utk menarik masyarakat. Namun,label "internasional" tanpa sertifikasi merupakan bagian promosi yg bertentangan dgn etika bisnis dan etika rumah sakit Indonesia. Hal ini dapat dianggap sebagai penipuan terhadap konsumen karena akan membentuk persepsi bahwa rumah sakit tersebut berstandar internasional padahal belum tentu demikian. Apalagi bila ditambah dgn bangunan mewah,pasti orang yg tidak tahu akan percaya begitu saja akan kualitas rumah sakit itu.
Sayangnya saat ini Depkes belum mengeluarkan aturan tentang rumah sakit internasional,yg ada hanya akreditasi nasional utk pelayanan kesehatan di rumah sakit. Sekarang pun Depkes baru melayangkan teguran kepada seluruh Rumah Sakit berlabel internasional yg belum terakreditasi. Seharusnya penggunaan label internasional pd rumah sakit perlu segera diatur dan diawasi mutunya. Dgn aturan jelas menjadikan pelayanan menjadi lebih bagus,bersahabat,transparan,dan
efisien.
Sumber : Dokter Kita
1. Difteri dan Tetanus (DT) Semua orang dewasa seharusnya ketika masih anak2 sudah mendapat vaksinasi lengkap 3 dosis primer dari difteri dan toksoid tetanus. Dgn 2 dosis diberikan minimal jarak 4 minggu dan dosis ketiga diberikan 6-12 bulan setelah dosis kedua. Jika orang dewasa tersebut belum pernah mendapatkannya maka diberikan seri primer diikuti dosis penguat setiap 10 tahun. Jika sudah,berarti hanya dosis penguatnya saja yg diberikan.
2. Measles,Mumps,Rubella (MMR) Orang dewasa yg lahir sebelum 1957 dianggap telah mendapat imunitas terhadap MMR secara alamiah. Bila lahir pd tahun 1957 atau sesudahnya perlu mendapat 1 dosis vaksin. Bagi mereka yg lebih berisiko terpapar,seperti bekerja di fasilitas kesehatan atau sering melakukan perjalanan,memerlukan 2 dosis yg diberikan dgn jarak minimal 4 minggu.
3. Influenza Anjurannya diberikan setiap tahun terutama bagi orang dewasa yg usianya >50 tahun,penghuni rumah jompo atau fasilitas lain dalam waktu lama (misalnya asrama),orang muda dgn penyakit jantung,paru kronis,penyakit metabolisme (misalnya diabetes melitus),gangguan fungsi ginjal,juga utk seluruh anggota rumah tangga,perawat dan petugas kesehatan. Pd kondisi seperti itu,daya tahan tubuh kurang bagus sehingga mudah terserang virus influenza. Selain itu,vaksin influenza juga dianjurkan utk calon jemaah haji.
4. Pneumokok Vaksin pneumokok diberikan pd orang dewasa usia >65 tahun. Bagi yg berusia <65 tahun,dianjurkan pd yg beresiko,misalnya memiliki penyakit jantung kronis,penyakit paru kronis,diabetes melitus,HIV,leukemia,gagal ginjal kronis,kanker,atau sedang menjalani kemoterapi.
5. Hepatitis A Vaksin Hepatitis A diberikan 2 dosis dgn jarak 6-12 bulan pd mereka yg beresiko seperti penyaji makanan,sering melakukan perjalanan,pengguna narkoba,penderita penyakit hati,pekerja yg bekerja dgn primata terinfeksi hepatitis A atau peneliti,dan penderita dgn gangguan faktor pembekuan darah.
6. Hepatitis B Diberikan 3 dosis vaksin hepatitis B dgn jadwal 0,1 dan 6 bulan bagi mereka yg berisiko. Contohnya petugas medis dan laboratorium yg sering terpapar darah atau produk darah,ataupun mereka yg kontak seksual dgn mereka yg terinfeksi hepatitis B serta pengguna narkoba suntik.
7. Meningokok Vaksin meningokok wajib diberikan pd calon jamaah haji ataupun yg akan bepergian ke daerah epidemi meningokok,misalnya di Afrika. Vaksinasi diulang setiap 3 tahun.
8. Varisela Vaksinasi varisela diberikan 2 dosis dgn jarak 4-8 bulan. Vaksin itu dianjurkan utk mereka yg berisiko tinggi terpapar virus misalnya petugas kesehatan,guru yg mengajar anak2,perempuan usia subur yg belum hamil,atau mereka yg sering melakukan perjalanan.
9. Demam Tifoid Dianjurkan pd pekerja jasa boga atau wisatawan yg berkunjung ke daerah endemis. Vaksinasi ulang setiap 3 tahun.
10. Yellow Fever Vaksin ini diwajibkan oleh WHO utk wisatawan yg akan berkunjung ke Afrika Selatan. Vaksinasi ulang setiap 10 tahun.
11. Japanese Encephalitis Utk wisatawan yg akan bepergian ke daerah endemis (asia timur) dan akan tinggal lama disana,terutama jika melakukan aktivitas di pedesaan.
12. Rabies Bukan merupakan imunisasi rutin,dianjurkan pd individu yg beresiko tinggi tertular (dokter hewan,petugas yg bekerja dgn hewan,pekerja laboratorium),wisatawan yg berkunjung ke daerah endemis yg berisiko kontak dgn hewan dan individu yg tergigit binatang tersangka rabies.
Angka kematian akibat penyakit menular menduduki peringkat ketiga setelah penyakit jantung dan kecelakaan sehingga pemberian imunisasi harus mendapat perhatian utk mencegah penularan penyakit infeksi termasuk pd orang dewasa. Pada pertemuan ilmiah tahunan dokter spesialis penyakit dalam di Amerika Serikat (American Society of Internal Medicine) dinyatakan bahwa imunisasi pd orang dewasa dapat mencegah kematian hingga 100x lipat. Mengenai biaya memang saat ini harga vaksin di Indonesia masih cukup mahal sebab hampir semuanya masih diimpor akan tetapi jumlah yg dikeluarkan utk mencegah tentunya jauh lebih kecil dibanding harus mengeluarkan biaya utk berobat.
Walaupun saat anak2 sudah mendapat imunisasi lengkap namun ketika dewasa perlu imunisasi kembali. Hal itu karena tidak semua vaksin memberikan kekebalan yg sifatnya seumur hidup. Ada beberapa yg harus diulang karena semakin meningkat usia maka kekebalan semakin berkurang. Apalagi sifat virus yg mudah sekali bereplikasi (berubah variasi bentuk) seperti virus influenza. Selain itu,orang dewasa memiliki risiko yg cukup tinggi utk terinfeksi seperti tenaga medis,jemaah haji,dan petugas kebun binatang.
Ada beberapa kondisi yg harus diperhatikan agar imunisasi tidak memberikan efek samping yg tidak diinginkan,yakni :
1. Sehat. Pembentukan antibodi akan jauh lebih tinggi bila orang tersebut sehat.
2. Tidak alergi terhadap bahan vaksin. Sebelum imunisasi dilakukan wawancara dan pemeriksaan utk mengetahui adanya alergi yg diderita. Pada orang alergi dapat timbul efek samping yg lebih berat.
3. Tidak sedang hamil. Ibu hamil tidak perlu melakukan imunisasi kecuali sangat mendesak. Efek samping vaksin bersifat lokal berupa nyeri dan bengkak di tempat suntikan yg akan hilang dalam 48 jam. Jarang sekali terjadi reaksi yg berat,kecuali pd individu tertentu.
MCU merupakan serangkaian uji kesehatan menyeluruh utk mengetahui sejak dini penyakit yg ada di dalam tubuh. MCU merupakan investasi kesehatan karena status kesehatan dapat terpantau dgn baik bila memeriksakan diri secara rutin minimal 1 tahun sekali. MCU juga merupakan langkah preventif (pencegahan) agar terhindar dari gangguan kesehatan yg datang dgn tiba2 karena berbagai fungsi organ tubuh seperti ginjal,jantung,hati dan organ lainnya dapat diketahui statusnya. Dgn MCU maka dapat ditemukan masalah lebih awal sehingga penanganannya akan lebih mudah dan kemungkinan sembuh bisa mencapai 100%.
MCU yg rutin dilakukan akan berguna utk mengambil langkah pencegahan penyakit,memutus perjalanan penyakit tertentu,sampai melakukan pengobatan. Jika dinilai dgn uang,ongkos yg dikeluarkan utk deteksi dan terapi jauh lebih sedikit dibandingkan dgn biaya yg harus dikeluarkan jika penyakit sudah pada tahap lanjut. MCU dapat dilakukan sesuai saran dokter,atau bila terdapat dugaan kemungkinan penyakit yg diturunkan dari keluarga,penyakit yg berpotensi menular,dan telah berusia >25 tahun. Terutama bagi individu yg mempunyai gaya hidup tidak sehat seperti merokok,sering makan junkfood,kurang olahraga,dan berat badan berlebih. Saat pertama kali MCU biasanya pemeriksaan yg dilakukan cukup banyak namun utk pemeriksaan berikutnya dapat dipilih pemeriksaan tertentu sesuai hasil pemeriksaan pertama.
MCU diawali dgn wawancara (anamnesis) oleh dokter. Dalam wawancara akan ditanyakan riwayat penyakit ringan sampai berat yg pernah diderita,meliputi seluruh organ tubuh mulai dari kepala sampai kaki. Juga ditanyakan riwayat kecelakaan dan riwayat operasi yg pernah dijalani. Langkah berikutnya adalah pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan tinggi badan,berat badan,dan tekanan darah. Dari 3 pemeriksaan ini dapat diketahui golongan berat badan seseorang,yaitu ideal,berlebih (obesitas),atau kurang serta dapat diketahui pula kenormalan tekanan darahnya.
Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan laboratorium yg sesuai kebutuhan. Biasanya setiap rumah sakit mempunyai paket pemeriksaan laboratorium yg dapat dipilih. Semakin banyak pemeriksaan yg diinginkan,semakin tinggi pula biaya yg harus dikeluarkan. Pemeriksaan yg dapat diprioritaskan adalah pemeriksaan darah rutin,urin lengkap,fungsi hati dan ginjal,serta kadar lemak darah dan gula darah. Selain pemeriksaan laboratorium,ada pemeriksaan penunjang lain,misalnya foto rontgen dan elektrokardiografi (EKG/rekam jantung). Kedua pemeriksaan tersebut juga harus diprioritaskan utk deteksi dini kelainan tertentu di paru dan jantung. Langkah2 yg dilakukan sebagai persiapan sebelum MCU,yaitu :
1. Memastikan jumlah kecukupan asupan karbohidrat (minimal 150 gram/hari) selama 3 hari sebelum pemeriksaan
2. Puasa selama 12 jam sejak malam hari hingga waktu pengambilan darah/bahan pemeriksaan lain
3. Selama puasa tidak boleh makan apapun termasuk permen karet,tidak minum teh,kopi,susu dan lainnya walaupun tanpa gula,minum air putih diperbolehkan terutama bila diperlukan pengambilan bahan pemeriksaan urin,tidak merokok,dan jangan berpuasa lebih dari 14 jam
4. Tidak berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yg berat sejak 12 jam sebelum pengambilan darah
5. Berhenti minum obat sejak 4-24 jam sebelum pengambilan darah atau 48-72 jam sebelum penampungan urin,kecuali dokter tetap menganjurkan minum obat atau kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

