Tampilkan postingan dengan label Terapi Alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terapi Alternatif. Tampilkan semua postingan

Menurut WHO (World Health Organization), pengobatan komplementer adalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan. Jadi untuk Indonesia, jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun – temurun pada suatu negara. Tapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2005, terdapat 75 – 80% dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani pengobatan non-konvensional. Di Indonesia sendiri, kepopuleran pengobatan non-konvensional, termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan dari mulai menjamurnya iklan – iklan terapi non – konvensional di berbagai media

Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan untuk  dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan konvensional, yaitu sebagai berikut :
  1. Akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter umum berdasarkan kompetensinya. Metode yang berasal dari Cina ini diperkirakan sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan mengaktivasi berbagai molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar sel. Salah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan endorphin yang banyak berperan pada sistem tubuh.
  2. Terapi  hiperbarik, yaitu suatu metode terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara 2 – 3 kali lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal (1 atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni (100%). Selama terapi, pasien boleh membaca, minum, atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan udara.
  3. Terapi herbal medik, yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
  • sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah memiliki kompetensi.
  • Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan farmasi.
  • Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah mendapat izin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan akan dilakukan pemantauan terus – menerus.
Dari 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang ada, daya efektivitasnya untuk mengatasi berbagai jenis gangguan penyakit tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya karena masing – masing mempunyai teknik serta fungsinya sendiri – sendiri. Terapi hiperbarik misalnya, umumnya digunakan untuk pasien – pasien dengan gangren supaya tidak  perlu dilakukan pengamputasian bagian tubuh. Terapi herbal, berfungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara, terapi akupunktur berfungsi memperbaiki keadaan umum, meningkatkan sistem imun tubuh, mengatasi konstipasi atau diare, meningkatkan nafsu makan serta menghilangkan atau mengurangi efek samping yang timbul akibat dari pengobatan kanker itu sendiri, seperti mual dan muntah, fatigue (kelelahan) dan neuropati.

Pada beberapa rumah sakit di Indonesia, pengobatan komplementer ini pun mulai diterapkan sebagai terapi penunjang atau sebagai terapi pengganti bagi pasien yang menolak metode pengobatan konvensional. Terapi komplementer ini juga dapat dilakukan atas permintaan pasien sendiri ataupun atas rujukan para dokter lainnya. Diharapkan dengan penggabungan pengobatan konvensional dan pengobatan komplementer ini bisa didapatkan hasil terapi yang lebih baik.

Di Indonesia, Rumah Sakit Kanker “ Dharmais “ Jakarta merupakan satu dari 4 rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Departemen Kesehatan untuk melaksanakan dan mengembangkan pengobatan komplementer ini. Untuk saat ini, pengobatan komplementer yang sudah tersedia adalah pengobatan akupunktur medik. Sedangkan untuk terapi menggunakan herbal medik sedang dalam persiapan. 3 rumah sakit lain yang dipercaya untuk terapi pengobatan komplementer oleh Departemen Kesehatan adalah Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, dan Rumah Sakit Kandouw Manado.

Nyeri pd pangkal ibu jari di dekat pergelangan tangan biasanya dialami oleh orang yg sering melakukan pekerjaan dgn menggunakan pergelangan tangan,misalnya mencuci pakaian,menyeterika baju,mengupas kentang,mengiris sayuran dan pekerjaan lainnya. Keluhan ini dalam istilah medis dikenal sebagai penyakit De Quervain's. Nama penyakit ini diambil dari seorang ahli bedah berkebangsaan Swiss,Fritz De Quervain,yg pertama kali mengidentifikasikan penyakit ini pd tahun 1895. Karena sering terjadi pd wanita yg suka mencuci pakaian maka dikenal juga dgn washerwoman's sprain,atau peregangan pd wanita yg sering mencuci.

Penyebab

Kelainan ini terjadi karena proses radang pd daerah tendon namun sebagian besar kasus kadang tidak dapat dijelaskan secara pasti penyebabnya. Saat tangan melakukan aktivitas seperti menggenggam,menjepit sesuatu,atau menenteng barang, ibu jari menggunakan dua tendon penting yaitu extensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus. Pada kondisi normal kedua tendon tersebut bergerak mulus tanpa hambatan sehingga gerakan ibu jari juga normal. Pada penyakit De Quervain's,bagian yg menyelubungi tendon mengalami radang sehingga gerakan terbatas dan terasa nyeri. Penyebab yg paling sering karena penggunaan berlebihan pd ibu jari dan pergelangan tangan.


Gambar Ilustrasi tendon yg meradang

Keluhan ini biasanya juga dialami oleh ibu yg baru melahirkan dan merawat bayi. Diduga karena pengaruh hormon setelah melahirkan dan terjadi peningkatan aktivitas karena memandikan bayi atau mencuci pakaian dan botol susu. Penderita arthritis reumatoid juga rentan mengalami hal ini karena terjadi proses radang terutama pada bagian dekat persendian. Selain itu riwayat trauma pd daerah tersebut juga dapat mengalami penyakit ini.

Gejala

Beberapa gejala yg dapat terjadi akibat penyakit De Quarvain's diantaranya adalah :
  1. Nyeri pd daerah pangkal ibu jari seperti pd gambar di atas. Bertambah nyeri terutama saat mengangkat ibu jari misalnya saat menggunakan gunting.
  2. Jika ditekan terasa tidak nyaman pd daerah tersebut.
  3. Jika sudah berlangsung lama,mungkin saja terjadi bengkak pd daerah pangkal ibu jari.
  4. Terkadang terasa adanya hambatan gerak pd ibu jari.
Untuk memastikan bahwa penyakit tersebut memang De Quervain's dan bukan penyakit lain,dilakukan satu tes yg dikenal sebagai Finkelstein test. Pemeriksaannya dgn cara menekuk ibu jari dan ditahan oleh keempat jari kemudian pergelangan tangan ditekuk. Bila positif De Quervain maka akan terasa nyeri pd pangkal ibu jari.


Gambar Finkelstein Test

Pengobatan

Penyakit ini tidak terlalu berbahaya namun sangat mengganggu aktivitas. Pada beberapa kasus ringan mungkin saja keluhan akan hilang tanpa harus diobati (self-limiting). pilihan terapi yg dapat dilakukan diantaranya adalah :
  1. Jika memungkinkan,menghindari atau setidaknya mengurangi aktivitas yg dapat mengakibatkan nyeri pada daerah tersebut,yaitu aktivitas yg banyak mempergunakan ibu jari atau pergelangan tangan.
  2. Menggunakan splint (pelindung dan untuk fiksasi agar tidak bergerak) pd daerah pergelangan tangan. Alat ini bisa didapatkan pd toko olahraga atau pada ahli fisioterapi. Dengan membuat pergelangan tangan tidak bergerak (imobilisasi) diharapkan nyeri berkurang.
  3. Suntikan steroid cukup efektif dalam menghilangkan nyeri pd sebagian besar kasus (sekitar 70%). Efek samping suntikan ini adalah perubahan warna kulit atau lemak dan menjadi mengecil (atrofi).
  4. Tindakan pembedahan utk mengurangi tekanan pd daerah tersebut dapat dilakukan dgn pembiusan lokal,atau bagi yg tidak tahan dgn nyeri dilakukan pembiusan total.


Gambar Splint

Pencegahan

Cara efektif utk menghindari penyakit ini dgn menghindari penggunaan pergelangan tangan secara berlebihan misalnya utk menekan,menjepit benda,atau gerakan lainnya. Hal ini tentu saja sulit dilakukan terutama jika memang memiliki pekerjaan yg harus menggunakan ibu jari dan pergelangan tangan.

Akupunktur tradisional berbeda dgn akupunktur medik. Dalam dunia kedokteran,yg telah diakui adalah akupunktur medik karena telah memiliki bukti ilmiah hasil penelitian para ahli. Awalnya dokter spesialis akupunktur dikenal sebagai Dokter Ahli Akupunktur karena sekitar tahun 70-an memang belum ada jalur spesialisasi akupunktur di fakultas kedokteran. Sejak tahun 2003,pd Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yg diketuai oleh Prof.DR.F.A.Moeloek,SpOG,keahlian akupunktur disetarakan dgn spesialisasi kedokteran lain. Lalu pd tahun 2006 hal tersebut semakin diperkuat dgn ketetapan dari Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Pd tahun yg sama,IDI,melalui salah satu badannya,Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) yg diketuai Prof.DR.Dr.Biran Affandi,SpOG(K),menetapkan dokter yg mengikuti pendidikan akupunktur sebagai dokter spesialis akupunktur dgn gelar SpAK. Kolegium Akupunktur Indonesia pun disahkan sebagai salah satu bagian dari MKKI.

Kolegium adalah badan yg bertanggung jawab atas mutu pendidikan. Diharapkan,dokter spesialis akupunktur yg dihasilkan berkualitas. Pendidikan ditempuh dalam waktu yg cukup panjang,sekitar 3,5 tahun,sehingga dalam waktu singkat belum dapat mengimbangi kebutuhan masyarakat yg tinggi terhadap akupunktur medik. Oleh karena itu,atas prakarsa IDI,dibentuklah komisi kerja di bawah Kolegium Akupunktur yakni Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB). Komisi kerja itu selain bertugas mengurus sertifikasi kompetensi dokter spesialis akupunktur, juga membuka kursus akupunktur medik.

Kursus akupunktur medik yg diselenggarakan P2KB khusus utk mereka yg telah bersertifikat dokter umum. Terdapat 2 modul,yakni akupunktur dasar dan akupunktur estetika. Masing2 terdiri atas 150 jam pelajaran dan 40 jam pelajaran. Utk mengikuti akupunktur estetika harus telah lulus akupunktur dasar.

Saat kursus,selain diajarkan teknik akupunktur juga diajarkan cara menyeleksi pasien. Selain itu juga diajarkan faktor keamanan yg mengacu pd panduan yg dibuat oleh organisasi kesehatan dunia (WHO),yakni Safety in Acupuncture. Hal tersebut juga yg membedakan kursus P2KB dgn kursus akupunktur tradisional. Setelah lulus dari kursus tersebut maka para alumninya akan diberikan sertifikat kompetensi yg telah disahkan oleh Kolegium Akupunktur Indonesia. Sertifikat tersebut dapat dibawa ke Dinas Kesehatan utk mendapatkan Surat Tugas Praktik Akupunktur. Surat tugas itu merupakan nilai plus bagi para dokter yg telah memiliki Surat Izin Praktik sehingga saat dokter tersebut berpraktik nantinya mereka boleh juga mempraktikkan akupunktur. Dalam praktik dokter,akupunktur medik dapat diintegrasikan dalam terapinya,dgn memperhatikan kondisi tiap2 pasien.

Hal itu berbeda dgn para akupunturis non dokter ataupun dokter yg tidak kursus akupunktur pd badan di bawah kolegium. Bagi mereka biasanya hanya akan mendapat Surat Izin Pengobat Tradisional. Bila yg memilikinya adalah dokter maka dokter tersebut tidak boleh mempraktikkannya sebagai dokter karena izinnya berbeda. Dokter tersebut harus lepas dari identitasnya sebagai dokter,tidak boleh menggunakan alat2 kedokteran,dan hanya sebagai Batra (Pengobat Tradisional). IDI dan Dinkes hanya mengakui praktik akupunktur yg dilakukan oleh dokter yg memiliki sertifikat kompetensi dari Kolegium Akupunktur Indonesia. Saat ini kursus akupunktur yg diselenggarakan P2KB telah ada di 4 wilayah (FKUI-Jakarta,FKUNS-Solo,FK Maranatha-Bandung,RS Pirngadi-Medan). Diharapkan dgn tersebarnya tempat kursus tersebut maka akan menjangkau para dokter di daerah.

Target utama pendidikan ini adalah pelayanan kesehatan primer seperti di puskesmas atau praktik pribadi,sedangkan di rumah sakit hendaknya yg berpraktik adalah dokter spesialis akupunktur. Hal tersebut agar sesuai dgn kompetensi sehingga pelayanan yg diberikan pd masyarakat optimal.

Awalnya akupunktur memang merupakan bagian dari ilmu pengobatan Cina. Akupunktur hadir sejak 5000-6000 tahun lalu. Akupunktur adalah ilmu yg menggunakan teknik penusukan jarum utk merangsang titik2 akupunktur di permukaan tubuh. Dahulu,filosofinya adalah konsep keseimbangan yin-yang hasil dari perangsangan titik2 yg dapat memberi manfaat bagi kesehatan. Lalu berkembanglah akupunktur medik yg merupakan cabang ilmu kedokteran yg menggunakan perangsangan di titik permukaan tubuh utk meningkatkan derajat kesehatan dgn cara promotif (peningkatan kesehatan),preventif (pencegahan penyakit),kuratif (pengobatan penyakit),dan rehabilitatif (mengatasi kecacatan).

Dasar akupunktur medik adalah neuroscience,yaitu penusukan titik2 akupunktur dapat merangsang saraf tertentu yg berguna bagi kesehatan. Selain itu,efek perangsangan juga dapat menimbulkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Penekanan titik akupunktur juga dapat meregulasi endokrin (mengatur sistem hormon). Dalam ilmu akupunktur medik,perangsangan titik2 tersebut tidak selalu dgn jarum. Ada berbagai metode lain,yakni :
1. Pressure acupuncture,penekanan dgn jari atau benda tumpul.
2. Laser acupuncture,dgn sinar laser.
3. Elektro acupuncture,dgn listrik.
4. Ultrasound acupuncture,dgn gelombang ultrasound.
5. Aqua acupuncture,dgn menyuntikkan cairan tertentu,biasanya vitamin B12.

Akupunktur mampu mengatasi berbagai keluhan nyeri,mulai dari nyeri saat menstruasi,nyeri akibat rematik,hingga nyeri pd pasien kanker. Manfaatnya juga cukup baik dalam mengontrol keluhan pasien alergi (misalnya biduran atau asma). Memang bukan utk mengatasi saat datangnya serangan tetapi mengatur agar serangan tersebut tidak terjadi atau minimal lebih jarang. Bila akupunktur digunakan utk mengobati penyakit,maka penerapannya harus terpadu. Artinya,harus dikonsultasikan terlebih dahulu dgn dokter ahli penyakit tersebut. Bila dilakukan terpadu,akan memberi efek yg baik,misalnya dosis obat yg diberikan akan lebih rendah bahkan mungkin bebas obat.

Meski aman,ada kondisi tertentu yg tidak dianjurkan atau dilarang utk mendapatkan terapi akupunktur,yaitu :
1. Kehamilan.
Akupunktur dapat merangsang dan menimbulkan kontraksi rahim sehingga mempercepat kelahiran. Bila akupunktur dilakukan pd trimester pertama atau kedua akan berbahaya. Akupunktur dapat saja dilakukan pd akhir kehamilan supaya cepat lahir,namun hal tersebut harus didiskusikan dgn dokter spesialis kandungan.
2. Pembedahan.
Akupunktur tidak dapat digunakan utk menggantikan tindakan pembedahan yg penting.
3. Kegawatdaruratan (emergency).
Pd kasus kegawatdaruratan yg harus dilakukan segera adalah memberikan pertolongan pertama dan membawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat bukan akupunktur.
4. Tumor ganas (kanker).
Akupunktur tidak digunakan utk mengobati kanker,bahkan sangat dilarang. Hal yg boleh dilakukan adalah akupunktur sebagai terapi tambahan beserta obat lainnya utk mengurangi nyeri yg sering dirasakan pasien kanker. Tusuk jarumnya pun dilakukan di titik2 yg jauh dari daerah tumor.
5. Perlukaan dan perdarahan.
Bila daerah tempat titik tusuk jarum terdapat luka maka tidak dapat dilakukan akupunktur. Begitu pula bila terjadi perdarahan atau pasien sedang minum obat antikoagulan (penghambat pembekuan darah).

Terdapat sekitar 400 titik akupunktur di seluruh permukaan tubuh yg memiliki manfaat bila ditusuk. Meski demikian,ada beberapa daerah yg tidak boleh dilakukan penusukan misalnya ubun2 bayi,bola mata,puting susu,pusar,dan alat kelamin. Jarum yg digunakan jenisnya beragam,baik dari segi panjang maupun diameter. Hal itu terkait dgn tempat penusukan. Bila daerah wajah,maka jarum yg digunakan biasanya lebih tipis dan pendek sedangkan di daerah perut atau paha,jarum yg digunakan lebih tebal dan panjang. Biasanya jarum dimasukkan hanya sekitar 0,5 cm (di wajah) dan 1-2 cm di daerah yg lapisan ototnya tebal (misalnya perut dan paha).

Kadang pengaruh akupunktur dapat dirasakan pd penusukan pertama bila keluhannya ringan. Utk mendapatkan hasil optimal,disarankan melakukan akupunktur secara kontinyu sebanyak 10-12 kali. Bila manfaatnya mulai terlihat,frekuensi dapat dikurangi perlahan hingga akhirnya hanya dilakukan sekali saja utk mempertahankan yg sudah dicapai.

Di Indonesia,terapi chiropractic masih tergolong baru dan orang masih menganggap sebagai metode penyembuhan tradisional,seperti halnya pijat dan urut. Sedangkan di negara maju,terapi ini sudah menjadi bagian dari ilmu kesehatan modern dan lulusannya mendapat gelar DC (Doctor of Chiropractic). Seperti pd Royal Melbourne Institute of Technology,salah satu perguruan tinggi di Australia yg telah mengajarkan chiropractic. Di Indonesia sendiri telah memiliki chiropractor pertama yg telah membuka praktek sejak 1999,yaitu Dr Lee Chen Thung.

Prinsip terapi chiropractic dilakukan utk membetulkan posisi tulang belakang,misalnya posisi tulang yg bengkok,miring atau bergeser. Tulang miring diluruskan dgn tekanan,pijitan atau gerakan2 tertentu sehingga posisinya kembali seperti semula. Dgn kembalinya posisi tulang,beragam gangguan penyakit akibat gangguan posisi tulang belakang bisa disembuhkan seperti sakit pinggang,migren,sakit kepala,sakit punggung,dan impotensi. Namun utk kasus patah tulang atau tulang retak,sebaiknya dibawa ke rumah sakit utk dilakukan operasi oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi.

Terapi ini tidak langsung menyembuhkan penyakit. Chiropractic membantu penyelarasan posisi tulang belakang dan mengkondisikan tubuh pd kondisi optimum. Manfaatnya,saraf2 pusat yg berada di antara susunan tulang belakang dapat berfungsi dan bekerja dgn baik. Jika saraf sudah berada dalam posisi normal,dgn sendirinya tubuh akan melakukan self healing atau menyembuhkan sendiri.

Penanganan pasien dam pendekatan yg dilakukan pd terapi chiropractic berbeda dgn pengobatan modern. Pasien terapi chiropractic biasanya dibuat rileks terlebih dahulu sebelum ke terapi inti. Relaksasi ringan dgn pijatan lembut dilakukan agar pasien merasa nyaman. Prosesi relaksasi diiringi dgn musik lembut. Tujuan relaksasi ini adalah mengkondisikan pasien agar lebih tenang,aliran darah menjadi lancar dan otot tidak kaku sehingga hasil terapi lebih maksimal dan cedera otot dapat dihindari. Setelah menjalani terapi,chiropractor biasanya mengkombinasikan chiropractic dgn obat2an herbal dari Cina. Herbal dari Cina membantu mempercepat pemulihan kondisi pasien dari dalam.

Walaupun chiropractic hanya terapi alternatif yg terkesan tidak berbahaya,namun terapi ini tidak sepenuhnya aman. Ada usia tertentu yg kurang disarankan menjalani terapi ini seperti anak2 berusia di bawah 6 tahun dan orang tua di atas 65 tahun. Anak2 mempunyai tulang yg kecil dan belum kokoh benar,sedangkan orang tua biasanya mengalami osteoporosis sehingga berbahaya jika dilakukan tekanan atau pijatan pd tulang belakang.