Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Kau lihat sekarang blogku seperti apa ? Penuh puisi, lebih jeleknya, permainan kata. Bagiku, setidaknya ini lebih maju daripada mengisinya dengan uraian pemikiran atau curhatan. Aku pun berusaha mengisi permainan kata-kata tak cuma dengan curahan rasa. Aku ingin belajar eksplorasi kata dan rasa.

Mungkin seharusnya aku membuat 1 blog khusus untuk tempat bermain kata. Tapi aku malas lagipula blog ini berjudul namaku dan tidak ada petunjuk tema khusus blog ini. Meski berkali-kali aku menginginkan blog ini hanya tentang informasi kesehatan. Disini hanya ada aku dan seluruh egoku.

Berbeda dengan tulisan-tulisan tak bermutu yang dulu pernah ditorehkan, setidaknya sekarang peluang untuk dihapus akan kecil. Alasannya, bila puisi curhat itu ku tulis bagus, kelak kala malu mengenang isinya, aku masih terikat pada pelajaran olah kata saat membuatnya. Yang penting, jadikan rasa itu tersurat dalam majas-majas kata.

Seperti pertama ku menemukan hobi blogging, hobi baru ini pun ku dapat dari seseorang, mantan. Dan semua sama, tak bertanggung jawab dengan apa yang mereka berikan hahahaa. Tapi tak apa, aku seorang yang bisa bangkit sendiri bila ditinggalkan pada apa yang ku suka. Karena ini ku lakukan demi diriku sendiri, bukan demi mereka.

Wah mulai tak bermutu, berhenti sudah. Dulu ada yang berkata, "Untuk apa kau menyukai puisi ? Hidup tak seindah kata-kata. Mati kau terlena dibuatnya." Dulu aku patuh tapi sekarang ku tahu jawabnya, jika hidup itu susah maka harus menikmati kesusahannya dengan indah. Daripada hidupku seperti dia, penuh keluh kesah dan sumpah serapah. Setidaknya, aku masih ada pahala karena bersyukur menikmati hidup.

"Daripada sibuk menyalahkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin."

Category: Labels: | 0 Comments

Keluhan bukanlah sesuatu yang perlu atau bahkan harus diberitahukan kepada setiap orang. Keluhan itu bukan barang obralan yang dijual murah. Bahkan seorang pasien yang datang membawa keluhan kepada dokter saja perlu dijaga dengan undang-undang supaya dokter tersebut tidak bisa menyebarluaskannya secara sembarangan. Dalam Islam pun, Nabi Muhammad melarang umatnya berkeluh kesah kepada sembarang orang.

Faktanya sekarang adalah keluhan menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Keluhan dijadikan suatu daya tarik untuk mendapatkan suatu perhatian dan belas kasihan. Keluhan dijadikan tolok ukur seberapa banyak manusia yang memperhatikan seseorang yang mengeluh tersebut. Makin banyak, makin bangga. Biar banyak dapat perhatian maka maki kreatiflah orang tersebut menyusun keluhan dan diwajibkan didramatisir. Istilahnya : LEBAYATUN.

Kesimpulannya, orang yang mengeluh secara sembarangan itu adalah orang yang menjual harga dirinya secara murah demi mendapat kebanggaan dari banyaknya belas kasihan yang bisa didapatkan. Jika orang-orang yang lemah akal dan iman bangga menjadikan dirinya sebagai pengemis jalanan maka orang-orang yang hidupnya lebih mapan justru bangga menjadikan dirinya sebagai pengeluh dan penadah belas kasihan. Ironis.

Mengeluh bukanlah sesuatu yang dilarang untuk dilakukan karena sebenarnya manusia itu memang kodratnya untuk mengeluh. Akan tetapi bukan berarti mengeluh itu bisa dilakukan secara sembarangan. Dalam Islam dianjurkan paling utama adalah mengeluh kepada Alloh. Ini sama sekali tidak dilarang bahkan diwajibkan. Karena memang hanya Alloh yang mampu mengatasi dengan benar setiap keluhan hambaNya. Mengeluh kepada orang lain diperbolehkan jika dibicarakan kepada orang yang terpercaya dan mempunyai kemampuan memberikan jalan keluar. Mengeluh kepada orang lain diperbolehkan bila ada jaminan kerahasiaan diantara pengeluh dengan orang tempat berkeluh kesah dicurahkan. 

Jika Anda tidak mau dikatakan manusia murahan lebih baik mulailah belajar mengharamkan diri Anda untuk berkeluh kesah secara sembarangan. Kasihanilah diri Anda jika ada orang yang berbelas kasihan kepada Anda padahal Anda tidak perlu mendapatkannya. Bukan berarti Anda menjadi takabur lalu menampik semua bentuk perhatian dan belas kasihan. Yang pasti, tempatkanlah segala sesuatu sesuai porsinya. Jangan sampai Anda mendapatkan gelar lebay, dramatisir, alay ataupun lebay alay. 

Banyak cara efektif untuk membuat Anda tidak mengeluh secara sembarangan. Salah satunya adalah membuat keluhan itu menjadi sesuatu yang bisa Anda tertawakan. Dengan menertawakan keluhan maka membuat pikiran Anda rileks, dan Insya Alloh malah menjadikan Anda untuk menelaah lebih lanjut keluhan tersebut sehingga mendapatkan jalan keluar untuk mengatasinya. Seperti janji Alloh dalam surat Al-Insyirah ayat 8-9 bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, sesudah kesukaran ada kemudahan. Maka setiap keluhan pun pasti ada jalan keluarnya.

Selamat mendidik diri Anda menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat. Semoga, insya Alloh. Amiin.

Category: Labels: | 2 Comments

"The doctor of the future will give no medicine, but will interest his patient in the care of the human frame, in diet, and in the cause and prevention of disease." (Thomas Alva Edison, 1847-1931)

Suatu paradigma/pola pikir yang salah bila memandang segala sesuatu secara mekanistik instrumentalis dan beranggapan bahwa pergi ke dokter seperti membawa mobil yang perlu diservis ke bengkel. Dampak pemilahan tubuh manusia yang dipandang seperti mesin pun membuat timbulnya suatu retorika yang salah kaprah yaitu : Bagaimana mereparasi tubuh yang sakit. Padahal yang seharusnya perlu dikaji adalah : Mengapa tubuh menjadi sakit. Sesungguhnya, mesin hanyalah sekedar perangkat mekanis yang terdiri dari suku cadang dan karenanya disebut unity of orders, kesatuan dari tatanan, dari banyak terakit menjadi satu unit. Sedangkan hakekat manusia adalah unity of substance, kesatuan substansi dari alam, yaitu dari yang satu, Alloh. Dari Sang Pencipta Maha Tunggal, manusia diciptakan menjadi satu sel yang kemudian berkembang menjadi satu embrio lalu terlahir menjadi satu kehidupan.

Suatu kebrutalan teknologi dan penjajahan/pelecehan martabat manusia bila metodologi ilmiah yang bersifat reduktif (memilah segala sesuatunya menjadi unit terkecil agar mudah lebih mudah dipahami) tidak dikembalikan ke dalam konteks keutuhan hidup manusia secara keseluruhan. Dengan dalih "demi kesehatan", manusia dijadikan sarana atau alat, bukan tujuan bagi dirinya. Paradigma pengobatan dan teknologi medis bercampur aduk dan berkembang pesat tanpa diimbangi tumbuhnya kesadaran manusia akan tanggung jawab merawat diri dan memilah gaya hidup sebagai penentu kualitas hidupnya.

Hasil-hasil penelitian ilmiah yang rata-rata dipublikasikan secara berat sebelah demi menunjang pemasaran produk teknologi dan farmasi, menunjukkan ciri marketing of fear. Agar laku, ditumbuhkanlah rasa ketakutan dalam diri konsumen. Misalnya, memasuki usia paruh baya menjadi khawatir dengan keropos tulang dan ancaman serangan jantung. Setelah tumbuh kekhawatiran lalu merasa butuh berobat. Maka konsumen sering terlupa bahwa pemegang kendali kesehatan adalah dirinya sendiri dan seharusnya konsumen sadar bahwa penipisan tulang adalah sesuatu yang wajar dan normal terjadi dengan bertambahnya usia. Yang penting bukan menambah obat atau teknologi, melainkan cukup mengganti alas kamar mandi dari pel menjadi keset antislip, lalu sering berjalan kaki bermandi cahaya matahari, menukar porsi lontong opor dengan semangkuk besar salad segar. Jadi yang dibutuhkan bukan lagi dokter yang mengobati dan menjual teknologi yang berkolaborasi dengan kepentingan tertentu melainkan dokter yang mampu menyembuhkan pasien dan memahami nilai tubuh manusia sebagai manusia. Lebih baik lagi jika dokter bisa menjadi contoh bagi pasien-pasiennya misalnya dengn tidak merokok, tidak mengalami obesitas, memiliki motivasi jernih dalam memberdayakan aktualisasi hidup sehat.

Teknologi memang dibutuhkan oleh manusia namun penelitian dan pengembangannya seharusnya diarahkan untuk kualitas hidup yang lebih bermakna. Misalnya perkembangan baru dari teknologi terapi gen yang diharapkan menjadi solusi penanganan berbagai penyakit, menyadarkan masyarakat modern untuk kembali ke alam dengan mengembalikan status kesehatan yang utamanya bersifat preventif serta mendorong kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Sebuah pelajaran bisa dipetik dari sini bahwa tidak mudah mengintervensi sebuah sistem kehidupan yang sudah didesain dengan maha sempurna. Ada kekuatan atau energi hidup yang tidak akan tersentuh oleh kemajuan teknologi, bahkan kemampuan daya pikiran manusia. Inilah bagian penting yang memberikan kesadaran bahwa kesehatan seseorang bukan semata-mata diturunkan dari nenek moyang.

Karena itu, ada yang lebih mendasar untuk dicermati sebagai kajian etis yang selalu harus diikuti pembaruan ilmu kesehatan dan kedokteran : Apakah manusia menjadi tujuan bagi dirinya atau sekedar sarana bagi yang lain ? Seringnya kita mendengar promosi di bidang kesehatan yang nampaknya menjanjikan kesembuhan dan kebugaran namun di ujung kalimat ada tanda bintang (seperti iklan kartu kredit) dengan keterangan dalam tulisan kecil "selama diikuti dengan latihan fisik teratur dan pola makan sehat berimbang..." Sudah saatnya kedokteran meninggalkan paham marketing of fear untuk kembali merangkul marketing of life.

Category: Labels: | 0 Comments

Bahagia merupakan sebuah hasil dari pencapaian hidup yang bermakna. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh keberuntungan melainkan oleh perasaan ketersambungan dengan Alloh, tujuan hidup, masyarakat, dan semua hal yang bermakna. Kepuasan terbesar dalam hidup bisa diperoleh jika hidup sesuai dengan keinginan dan nilai-nilai yang unik di dalam jatidiri. Dengan mengidentifikasi tujuan yang paling penting bagi seseorang, maka orang tersebut dapat mengidentifikasi nilai yang membuat kehidupannya menjadi bermakna.

Seseorang yang sudah merasa bahagia tidak akan membutuhkan kesenangan lain dalam hidupnya karena dia telah memperoleh perasaan bahagia yang mendasar, yaitu hidup yang penuh arti. Oleh sebab itu, setiap orang yang berbahagia akan dapat menikmati hal-hal yang sederhana dan pandai mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Alloh sekecil apa pun itu. Seseorang yang kebahagiaanya tidak berasal dari membeli hal-hal yang indah, menyenangkan dan mewah justru memperoleh kebahagiaan secara gratis dari hal-hal terindah yang sederhana. Bahkan kepuasan yang mendalam dapat dirasakannya ketika dia mampu mengalahkan rasa sakit dan penderitaan terberat yang menimpanya. Hal-hal seperti inilah yang membuat hidupnya jadi bermakna.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menemukan makna hidupnya. Setiap manusia memiliki kebebasan yang hampir tak terbatas untuk menemukan sendiri makna hidupnya dan setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bijak terhadap penderitaan dan peristiwa tragis yang tak terelakkan. Seseorang yang mempunyai kekuatan untuk tetap bertahan dan terus mencari makna hidup dengan membuat hidupnya berarti untuk orang lain, dia akan menemukan arti terdalam dari penderitaan dan mampu menemukan makna hidup yang tersembunyi yang akan membuat dia merasa bahagia sepanjang hidupnya.

Orang yang bertahan adalah mereka yang memiliki harapan. Salah satu bentuk harapan adalah mempertahankan harapan. Maka hidup akan selalu memiliki makna dalam segala situasi bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun.

Orang-orang yang tak berhasil menemukan makna hidupnya akan menjalani kekecewaan dan kehampaan hidup yang muncul dalam perasaan gersang, kehilangan minat dan inisiatif, depresi, selalu berkeluh kesah dan sumpah serapah, menganggap hidup dan segala aktivitas kehidupannya membosankan, serta tak punya tujuan. Orang yang tidak menemukan makna hidupnya akan kehilangan semua kekuatan. Ia akan menyerah dan kemudian mati dalam kesia-siaan dan kesialan yang konyol.

Category: Labels: | 0 Comments

Semoga kita semua di karuniai nikmatnya bersabar, karena kesabaran mempunyai nilai yang tinggi dalam kehidupan. Kedudukan seseorang di sisi Allah, kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya bisa di tempuh dengan kesabaran sebagaimana tertulis di dalam Kitab SuciNya : ” Sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar”.

Jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai kunci pembuka pertolongan Allah. Adalah suatu kesalahan besar jika kita mengatakan “Sabar itu ada batasnya” ,berarti kita membatasi pahala. Mengatakan Sabar ada batasnya , menandakan kita kurang sabar dalam bersabar. Sabar akan membuahkan hasil yang gemilang walau awalnya mungkin pahit dan getir. Sabar akan menghasilkan sesuatu yang mempesona yang tiada terputus. Oleh karena itu jika kita ingin menikmati hidup, kita harus menikmati setiap kejadian yang menimpa kita. Karena orang orang yang beriman tidak akan pernah merugi.


Di beri Nikmat dia bersyukur, di beri Musibah dia bersabar. Syukur berarti kebaikan bagi dirinya, sabar juga kebaikan bagi dirinya. Maka tidak ada yang perlu kita takutkan dalam hidup ini, kecuali kita tidak punya rasa syukur dan tidak bisa bersabar.

Sabar bagi kita bukan berarti pasrah dan menyerah pada nasib, sabar adalah kegigihan kita untuk tetap berpegang teguh kepada ketetapan Allah (ketetapan hati dalam menerima ketentuan Allah , karena apapun yang menimpa kita adalah ketentuanNya). Jadi kesabaran itu adalah sebuah proses aktif , kolaborasi antara Ridlo (rela menerima Takdir Allah) dan Ikhtiar (mencari solusi). Kesabaran bukan proses diam dan pasif, melainkan proses aktif, yaitu akal aktif, tubuh aktif dan iman yang aktif. Justru dari Musibah yang di sikapi dengan kesabaran akan turun rahmat dan petunjuk dari Allah .

Di timpa musibah kebangkrutan, banyak hutang, di hina orang, di tinggal istri / suami / anak, dilawan anak buah, dibenci keluarga, di tekan atasan, sakit yang tak kunjung sembuh dll . Semua orang pernah mengalaminya, paling tidak beberapa jenis dari peristiwa itu, meskipun sekali dua kali, tetapi bahkan orang yang tidak pernah kena masalah dan cobaan mungkin saja dia tidak di sukai oleh Allah SWT, Seperti konon kata riwayat, Fir’aun raja Mesir kuno tidak pernah sakit seumur hidupnya, bahkan kesandung batu saja dia tidak pernah sampai sampai akhirnya Fira’un mengaku sebagai Tuhan karena tidak pernah sakit , entah benar atau salah cerita itu yang jelas andai itu benar kita semua tahu bagaimana sepak terjang Fir’aun dan bagaimana pula akhir kehidupannya.

Hal itu bertolak belakang dengan riwayat para Nabi dan para ”Kekasih Allah” yang sarat dengan penderitaan dan penindasan bahkan sampai pembunuhan, seperti kisah Nabi Ayyub yang sekujur tubuhnya dilanda penyakit, Nabi Zakariya dan Nabi Yahya, Nabi Jarjis yang di bunuh oleh kaumnya, bahkan kisah Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan liku liku perjuangan dan penderitaan juga kisah para Ulama dan orang orang besar lainnya.

Masalah dan cobaan adalah bagian dari penggugur dosa. Dalam mutiara hadits di sebutkan : ” Tidaklah seseorang merasakan sakit di hina atau tertusuk duri kecuali Allah menggugurkan dosanya, bagai gugurnya dedaunan” ( aw kamaa qoola).

Jadi terkena masalah dan cobaan itu proses pengurangan /pengguguran dosa. Logikanya semakin besar masalah yang di hadapi semakin besar pula pahala yang di terima jika bisa bersabar dan semakin besar pula dosa dosa yang tergugurkan.

   
Note : thanks bgt bwt Kak Ahmad Suntara,barokalloh n jazakillah katsiron kak,amiinn 

Category: Labels: | 2 Comments

* Segala sesuatu yg dilakukan dgn mengikutsertakan Tuhan akan tumbuh menjadi kebaikan.

* Dalam berdoa,sebisa mungkin hindarilah mendikte Tuhan. Belajar ikhlas dan pasrahkan segala rencana-Nya.

* Hiduplah sederhana dan saling membutuhkan sehingga membuat jiwa merasa tidak pernah kekurangan.

* Tangan merupakan modal penting utk menjaga kesehatan fisik oleh sebab itu segala sesuatu yg dimakan harus bersih dgn selalu mencuci tangan sebelum makan.

* Islam mengajarkan bahwa beraktivitas dan olahraga yg baik diantaranya adalah dilakukan dgn senang hati.

* Makanan yg sudah masuk ke dalam tubuh harus diolah menjadi energi karena bila energi mandek akan menjadi penyakit.

* Letakkan tanganmu di atas maka derajatmu menjadi lebih tinggi. Memberi dan berbagi merupakan kebahagiaan tersendiri.

* Belajarlah mencipta karena mencipta akan menghasilkan pengertian yg akan menjadi modal dan bekal bagi kehidupan.
* Filosofi kandang : merupakan simbol pembebasan,tempat menumpahkan cinta. Kandang tanpa isi binatang peliharaan merupakan cinta yg membebaskan dalam arti positif.

* Bebaslah dalam berekspresi karena akan membuat setiap pembuluh di dalam tubuh mengalirkan darah dgn lancar dan setiap sel mendapat makanannya masing2 sehingga tercipta rasa bahagia yg menyehatkan batin.

* Filosofi jurang : merupakan penghubung dataran tinggi dan rendah. Jurang menghubungkan perbedaan yg berarti baik kaya atw miskin harus bisa berbaur dan saling berbagi.

* Filosofi doang : artinya bukan apa2. Kandang jurang doank merupakan sekolah tanpa pamrih yg bertujuan agar bermanfaat bagi banyak orang.

* Orang yg dicintai Tuhan harus melalui 3 tahap :
1. Orang yg dikaruniai kesehatan dan rejeki yg cukup lalu beramal shaleh.
2. Merupakan tempat orang2 beruntung karena ketika dititipi harta oleh Alloh maka dimanfaatkan utk membantu orang lain.
3. Merupakan tempat orang2 yg selalu diridhoi Alloh karena dimana pun kakinya berpijak maka dia mau membagi ilmunya kpd orang lain. Inilah orang2 yg menjadi guru sejati.

* Lakukanlah perubahan hidup seperti bola salju : menggelinding dari atas lalu turun ke bawah dan perlahan2 menjadi besar dan padat. Perkaya jiwa dgn pengalaman,ilmu,kepekaan emosional dan spiritual.

* Rasa bosan akan menyeret seseorang ke dalam suasana tidak produktif bahkan stres dan stres merupakan penyakit. Obat yg ampuh adalah memperluas silaturahmi.

* Dalam berteman,dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,akan ditemukan 99 sifat2 Alloh (asmaul husna) dan tentu saja pelajaran baru.

* Dgn banyak menemui orang yg mendapatkan cobaan jauh lebih berat,maka akan menjadikan seseorang lebih bersyukur dan memacu semangat utk terus berkarya.

* Kebebasan yg bertanggung jawab adalah kebebasan yg disertai dgn ilmu.

* Hiduplah dgn teratur sehingga bisa seimbang dan menghasilkan kesehatan lahir dan batin. Hidup teratur juga merupakan perlakuan adil terhadap diri sendiri yg harus dilakukan sebelum berlaku adil pd orang lain dan lingkungan.

* Seseorang berbuat adil jika menuruti aturan Tuhan. Alloh menciptakan alam seisinya dgn tujuan tertentu salah satunya penciptaan malam dan siang. Jadi malam hari harus menikmati tidur dan pagi hari menikmati aktivitas.

* Utk menjemput perubahan harus ikhlas dalam berbagi. Perubahan akan menambal setiap celah kekurangan dalam perjalanan hidup seseorang.

* Dgn belajar,memperbaiki diri,dan sebisa mungkin berbuat utk kemaslahatan umat akan membuat seseorang sehat lahir dan batin.

Category: Labels: | 0 Comments

Dalam waktu 1 jam setelah Mashable mempublikasikan artikel tentang suatu survey di Inggris pada para pengguna Twitter,status para pengguna Twitter yg biasanya mempublikasikan setiap kegiatan yg dilakukan seperti "aku sedang sarapan dgn sandwich" menghilang. Tampaknya Mashable berhasil membuat para pengguna Twitter menjadi lebih bijaksana menggunakan statusnya. Tapi ini bukan jaminan karena saat ini Twitter sedang dilanda DdoS attack (serangan cracker yg membanjiri server Twitter dgn spam hingga terjadi maintenance server utk beberapa saat).

Sebuah perusahaan penelitian penyedia data2 analisa,Pear Analytics,meneliti topik pembahasan dari para pengguna Twitter utk menentukan secara faktual apakah mereka hanya mempublikasikan hal2 yg tidak penting atau sesuatu yg lebih mendidik. Para peneliti menemukan bahwa sebanyak 40,55% pengguna mengungkapkan hal2 yg tidak penting pd status Twitter mereka. Penelitian ini mengikutsertakan 2000 pengguna Twitter di Inggris yg statusnya diteliti sepanjang waktu selama 2 minggu. Sebanyak 200 pengguna dipantau setiap setengah jam dimulai dari jam 11 pagi sampai jam 5 sore (jam disesuaikan menurut waktu Inggris) setiap hari.

Status mereka dibagi dalam 6 tipe tema berbeda yaitu : berita,spam,promosi diri sendiri,hal2 yg tidak penting,percakapan,dan penerusan informasi dari topik yg sedang hangat dibicarakan (ReTweet/RT). Hasilnya adalah lebih dari sepertiga jumlah pengguna yg diteliti mempublikasikan hal2 yg tidak penting. Di urutan kedua dgn persentase 37,55% pengguna menggunakan status mereka sebagai sarana percakapan dan hanya 8,7% yg menggunakannya utk RT. Untungnya hanya 3,75% pengguna yg menggunakan status mereka utk membuat spam.

Beberapa fakta menarik ditemukan,yaitu :
* para pengguna ramai membicarakan berita pd hari selasa jam 2 pagi
* RT lebih sering diikuti pd hari senin jam 11.30 pagi
* spam beredar secara konsisten setiap hari sehari penuh
* percakapan ramai diikuti pd hari selasa

Saat ini memang belum bisa dipastikan apakah para pengguna Twitter benar2 terpengaruh dgn dipublikasikannya hasil penelitian tersebut oleh Mashable. Namun diharapkan para pengguna Twitter lebih bijaksana menggunakan status mereka dgn mempublikasikan hal2 yg lebih berguna dan menyimpan hal2 yg mereka lakukan sepanjang hari utk diri mereka sendiri. Bagaimana dgn Anda dan pengguna Twitter di Indonesia ? Mudah2an mereka pun tersadar,begitu juga dgn saya tentunya,amiinn.

Category: Labels: | 0 Comments

Sebuah jaringan akademik online yg bertujuan membantu para pelajar utk belajar menjadi lebih pintar dgn internet,Study Blue,menggunakan panel SurveyU pd pelajar SMA dan mahasiswa di Amerika utk mensurvei sekitar 1500 pelajar berusia 13-24 tahun tentang kebiasaan mereka belajar melalui internet. Hasil survey yg didapatkan cukup mengejutkan karena ternyata para pelajar tersebut lebih suka menghabiskan waktu mereka selama 3 jam atau lebih utk belajar melalui internet dibandingkan aktivitas berinternet lainnya,misalnya bersosialisasi pd situs jejaring sosial. Hasil penelitian menunjukkan 60% pelajar menjadwalkan utk belajar melalui internet selama 3 jam atau lebih dibandingkan melakukan hal lain selama online,sementara itu hanya 26% responden yg memperkirakan dirinya akan menghabiskan waktu utk bersosialisasi pd situs jejaring sosial dibandingkan belajar. Patut disyukuri pula bahwa 84% dari para pelajar yg disurvey berpikir internet membantu performa belajar mereka menjadi lebih efektif dan efisien di sekolah. Selain itu,54% pelajar berencana utk meningkatkan kebiasaan mereka belajar melalui internet yg lebih banyak sepanjang tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa pernyataan menarik pd hasil survey tersebut menyatakan para mahasiswa 2x lebih menyukai perencanaan menghabiskan waktu 3 jam atau lebih sehari utk belajar dan mengerjakan PR melalui internet dibandingkan perencanaan utk mengunjungi situs2 jejaring sosial (26%),berkomunikasi dgn email,instan messenger,chatting,dan lainnya (28%),ataupun menonton TV,video dan film melalui internet (22%). Sebanyak 9% mahasiswa 6x lebih menyukai belajar dan mengerjakan PR melalui internet dibandingkan bermain game online. Bila dibandingkan dgn membaca blog/berita dan situs2 semacamnya,maka sebanyak 18% mahasiswa yg 3x lebih menyukai belajar dan mengerjakan PR melalui internet. Meski begitu,pada sebuah catatan semi-resmi membuktikan bahwa media2 sosialisasi dpt dijadikan sebuah sumber dan alat pendidikan. Jadi,walaupun para pelajar tidak menyatakan secara eksplisit mereka menyukai media2 sosialisasi sama seperti belajar melalui internet,kenyataannya mereka menyukai penggunaan sarana belajar yg terhubung dgn banyak media sosialisasi (3 dari 4 pelajar menyatakan mereka akan "menyukai suatu cara agar terhubung dan dapat berbagi informasi secara online dgn teman2 mereka di kelas).

Faktanya,Study Blue pun mengiklankan akademi mereka pd sebuah layanan online yg berkolaborasi dgn sarana dan aplikasi pd iPhone. Jadi,hubungan antara belajar melalui internet dan bersosialisasi pd situs jejaring sosial belumlah jelas. Perlu sedikit keberanian utk mengetahui pemuda2 Amerika lebih menyibukkan diri menggunakan internet dgn tujuan yg lebih berguna dibandingkan memperbaharui status mereka di Facebook.

Tampaknya di Indonesia pun perlu diadakan survey seperti itu. Selain merupakan suatu penelitian yg menarik,hal ini bisa dijadikan acuan pendidikan di Indonesia utk lebih memberdayakan internet bagi kalangan pelajar. Mungkin saja para belajar Indonesia lebih baik daripada pelajar Amerika,mudah2an,amiinn. Sumber : Mashable

Category: Labels: | 0 Comments

Sebuah penelitian yg dipublikasikan pd CyberPsychology and Behaviour Journal menganalisa efek Facebook (FB) terhadap kondisi pacaran di kalangan mahasiswa. Kesimpulan penelitian tersebut menyatakan bahwa ada hubungan signifikan antara intensitas waktu yg digunakan utk mengakses FB dgn perasaan dan pengalaman cemburu pd pasangan. Sebanyak 308 peserta ikut serta dalam penelitian ini dan 231 diantaranya adalah wanita. Pertanyaan yg diajukan oleh peneliti antara lain : "seberapa sering Anda memantau aktifitas pasangan Anda di FB" dan "seberapa sering Anda menjadi cemburu setelah pasangan Anda menambahkan teman lawan jenisnya di FB padahal temannya itu tidak dikenal".

Seperti yg diketahui bahwa FB merupakan sarana yg bermanfaat sekali utk memperkuat persahabatan dan hubungan percintaan,selain itu terdapat fakta bahwa FB pun dapat menghancurkan sebuah hubungan. Sesuai dgn jawaban pertanyaan yg didapat dari peserta,maka dapat disimpulkan bahwa FB memicu kecemburuan dalam suatu hubungan. Para peneliti membagi 4 alasan utama yg menyebabkan hal tersebut,yaitu :
1. Sebanyak 19,1% peserta menyatakan bahwa peningkatan jumlah informasi dalam suatu interaksi antara pasangan peserta dgn teman2 lawan jenisnya di FB akan meningkatkan intensitas pemantauan dan rasa cemburu peserta kepada pasangannya.
2. Sebanyak 16,2% menyatakan dgn terang2an bahwa penggunaan FB memicu rasa cemburu. 3. Sebanyak 10,3% mengakui kesulitan mengatur pasangannya utk membatasi waktu mereka yg kecanduan memperhatikan profil FB teman2nya.
4. Sebanyak 7,4% peserta menyatakan bahwa informasi2 di FB bisa menjadi ambigu bila tanpa penjelasan lebih lanjut sehingga dapat mengubah kecemburuan menjadi kesalahpahaman.

Penelitian ini dapat dipakai sebagai bukti kuat adanya antara penggunaan FB dan rasa cemburu yg ditimbulkan sebagai akibatnya,walaupun demikian penelitian lebih lanjut dibutuhkan agar didapatkan pemahaman yg lebih baik tentang kausalitas kedua hal tersebut. Data2 pada penelitian ini belum bisa menjelaskan dgn sempurna tentang proses hubungan timbal balik dari sebab akibat tersebut. Selain itu ada variabel penting yg harus diteliti karena berpengaruh besar terhadap hasil yg didapatkan,yaitu karakter pasangan peserta. Diharapkan penelitian berikutnya bisa membuktikan efek langsung dari berbagai pemicu rasa cemburu dgn banyaknya waktu yg dihabiskan individu di FB.

Sumber : Mashable

Category: Labels: | 0 Comments

Banyak iklan yang menggunakan dokter atau "peran dokter" sebagai salah satu strategi pemasaran produk bahkan kadang dilengkapi pula dengan hasil penelitian dari badan penelitian bonafid.. Padahal bila para ahli kesehatan memberi penilaian terhadap produk2 yang menggunakan "bukti2 ilmiah" sebagai strategi pemasarannya maka dianggap merupakan suatu pembodohan massal karena secara ilmu kedokteran produk2 tersebut tidaklah sebagus yang dipromosikan bahkan cenderung menyesatkan.. Lalu mengapa banyak dokter yang rela menjadi bintang iklan pada produk2 menyesatkan itu ? Bukankah itu akan semakin memperparah kerancuan yang tercipta ?

Pada salah satu majalah kesehatan yang populer,saya membaca opini seorang dokter yang sering menjadi bintang iklan.. Beliau berkata bahwa dia hanya menjadi bintang iklan yang memang iklan itu sendiri sudah dibuktikan secara ilmiah.. Masih mengutip dari majalah tersebut,menurut Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dr.Broto Warsito,MPH tidak ada larangan bagi para dokter untuk menjadi bintang iklan suatu produk karena itu hak asasi dokter sebagai warganegara untuk menjadi bintang iklan,ASALKAN IKLAN TERSEBUT TIDAK MENGGUNAKAN PERNYATAAN DAN HAL-HAL LAIN YANG TERKAIT DENGAN PERNYATAAN DOKTER.. Peraturan yang lebih jelas terdapat dalam keputusan Menkes No.368/MEN.KES/SK/IV/1994 yang mengatur tentang pedoman periklanan obat bebas,obat tradisional,alat kesehatan,kosmetika,perbekalan kesehatan rumah tangga,makanan dan minuman. Dalam pasal 9 diputuskan bahwa IKLAN OBAT TIDAK BOLEH DIPERANKAN OLEH TENAGA PROFESI KESEHATAN ATAU AKTOR YANG BERPERAN SEBAGAI PROFESI KESEHATAN ATAU MENGGUNAKAN SETTING YANG BERATRIBUT PROFESI KESEHATAN DAN LABORATORIUM.. Peraturan ini tidak membedakan apakah obat yang digunakan sudah melewati uji klinis atau belum,artinya untuk semua obat tidak dibenarkan untuk menggunakan dokter atau orang yang berperan sebagai dokter menjadi model iklan.. Bila sudah ada peraturan yang jelas seperti itu mengapa selama ini tidak ada tindak lanjut yang tegas terhadap masalah tersebut ? Harusnya departemen kesehatan dan pengurus IDI melakukan pengawasan ketat serta mensosialisasikan nilai ilmiah kedokteran yang benar agar masyarakat dapat berpikir logis dan kritis terhadap iklan2 yang menyesatkan.. Seorang dokter masih dianggap sebagai "orang yang paling tahu",sehingga sebagian besar masyarakat akan mengikuti tanpa meneliti lebih lanjut tentang produk yang diiklankan oleh karena itu peran serta para elite kesehatanlah yang dibutuhkan agar bias informasi di masyarakat dapat diatasi dan tidak merugikan masyarakat sendiri..

Category: Labels: | 2 Comments

Tulisan berikut ini mrupakan saduran opini dari s'orang pbaca Dokter Kita edisi Desember 2006 yg dgabungkan dgn pndapat pribadi saya.. Harapan saya dgn mnyadur opini tsb bisa mjadi bahan renungan para calon dokter n pbaca yg lain utk mulai mngubah stigma masyarakat thdp citra dokter yg serba mewah..

Slama ini masyarakat m'anggap bahwa dokter identik dgn k'adaan ekonomi cukup malahan blebihan,cenderung dsebut kaya shingga tciptalah tolak ukur khidupan dokter yg bpatokan bahwa ksuksesan s'orang dokter jika memiliki rumah n mobil mewah akibatna d kalangan dokter sendiri tbentuk pola hidup konsumtif layakna khidupan dlm sinetron yg utk mmenuhinya bnyak mlakukan tindakan2 yg mninggalkan sisi kmanusiaan,moral,etikan n agama.. Misalna kerja sambilan d rumah sakit swasta tp mninggalkan pkerjaan PNS pd saat jam kantor dgn alasan bayaran yg lebih besar,m'ambil tarif yg lebih tinggi tanpa mptimbangkan sisi kmanusiaan,mlakukan tindakan medis yg sharusna tidak perlu dlakukan,mresepkan obat yg relatif mahal.. Tak heran jika bnyak dokter yg hidupna hanya diisi utk praktik n mcari uang hingga tdk mpunyai waktu utk diri sndiri,kluarga bahkan utk bsosialisasi dgn ttangga n masyarakat.. Haruskah s'orang dokter mjalankan khidupan yg dpbudak harta sperti itu ?!

Sharusna sbg sarjana,para dokter bisa m'ubah cara bpikir masyarakat dari tuntutan sperti itu dgn cara mjadi diri sndiri n mjalani khidupan scara sederhana serta realistis apa adana.. Ssuai dgn tujuan pdidikan strata S1 yg bukan hanya pdidikan kprofesian tp mrupakan pdidikan yg didalamna mmiliki nilai2 utk mbentuk karakter n kpribadian mjadi pribadi agar bisa bpikir logis serta mptimbangkan nilai moral n agama yg ada.. Oleh karna itu s'orang dokter sharusna mmiliki pola hidup yg sederhana,bpikir dgn landasan logika,etika,moral n agama,b'usaha btanggung jawab dgn pkerjaan yg d'emban serta mpunyai rasa malu shingga masyarakat lebih mhargai profesionalitas n tidak bpola pikir konsumtif lg.. Mungkin harus dpikirkan dari skrng pola pdidikan yg mciptakan anak2 Indonesia mjadi pribadi mandiri n tidak mjalani pola hidup konsumtif..

Mjadi dokter tidaklah smudah yg dbayangkan orang.. Saya sebagai mahasiswa kdokteran mrasakan sendiri pjuangan utk mnyelesaikan pdidikan kdokteran n akan mjalani masa bakti k daerah tpencil,belum lg harus bjuang dgn moral n material utk mcapai strata pdidikan yg lebih tinggi bahkan stelah tamat harus bkerja utk kluarga sbg balasan pngorbanan slama ini serta mmenuhi tuntutan masyarakat ssuai beban profesi yg akan saya emban.. Karna smua itu mbutuhkan pngorbanan maka saya tidak mau lagi dpaksa utk mngerjakan yg tidak saya inginkan yaitu mlakukan tindakan2 blebihan demi mmenuhi stigma masyarakat tadi,cukuplah saya dpaksa keras oleh ortu saat masuk k fakultas kdokteran dulu.. Saya harap stelah mjadi dokter nanti bisa hidup mandiri,tanpa beban rasa bsalah n kterpaksaan serta mjadi diri sendiri begitu pula dgn anak2 saya nanti,amiinn..

Category: Labels: | 0 Comments

Setelah vakum bbrp saat krn tjebak rasa letih rutinitas d jakarta,akhirna bs jg posting 1 tulisan.. Sbenarna bnyak yg ingin dsampaikan tp dah lupa skrng,nti lah kl inget lg hehee.. Blogging tnyata kegiatan yg paling mrindukan dbandingkan main mafia wars dan checking FB tp yg dsayangkan adalah energi yg dhabiskan utk bpikir dsini besar dan tdak bs dlakukan hanya dgn sedikit energi ssaat sblum tdur krn klelahan.. Kadang ada ks4an utk blogging tp sedang tdk ada inspirasi utk mengetik hufftthhh untunglah skrng sedang ada ks4an..

Slama d jakarta tpaksa harus mnonton TV dgn acara yg ngga bgtlah.. Sinetron2 g mutu,acara2 reality show yg konyol,infotainment2 yg mbosankan,n msh bnyak lg.. Namun tnyata msh da tayangan yg layak tonton n bagus plus bmanfaat tentuna.. Yg dsayangkan acara2 itu buatan luar negri fiuufftthh bukanna tidak cinta produk dlm negri tp faktana memang begitu.. Namun tdk b'arti smua acara TV lokal tdak bguna,utk acara berita tentu jauh lbh bguna m'ikuti pkembangan berita dari dlm negri,acara kuliner dan pngetahuan utk anak2 pun bagus.. Tp karena acara2 itu bukan tmasuk acara berating tinggi maka jarang stasiun TV yg mnayangkanna dgn frekuensi sering sperti hal na acara infotainment atwpun sinetron..

Karena kponakan sangat mnyukai iklan maka mau tak mau jd tahu pkembangan iklan saat ini.. Sungguh mnyenangkan mlihat iklan krn lebih mhibur dgn kreatifitas2 para pbuat iklan tsb.. Farell,nama kponakan td,slalu dsajikan acara2 TV shingga dia hapal acara2 favoritna pdhl usiana saja baru 2 tahun.. Yg patut dsyukuri adalah dia mnyukai acara2 yg bmanfaat wlwpun sering dberikan sinetron n lain2 td dan kl farell lg mw nonton tentu tdk da yg boleh protes hahaa..

Sesuai dgn mauna farell maka jd tbiasa mnonton TV n mnyukaina,salah satuna saluran DAAI TV.. Stasiun TV tsb bmarkas d daerah mangga dua jakarta n tentu saja yg punya adalah orang Tionghoa.. Acara yg d sajikan biasana relay dr stasiun TV mandarin pd saluran kabel dan satelit dan bbrp acara anak2,kuliner,sosial serta berita yg asli dari stasiun TV itu.. Yg mjadi fokus adalah sinetron2 mandarin yg dsajikan bukan btema pcintaan yg biasa d putar d stasiun TV lain tp btema kseharian hidup tokoh utama sinetron tsb.. Sangat sederhana dan realistis tp itulah yg mjadikannya menarik,sama halna sperti sinetron tkenal dari Indonesia "Si Doel Anak Sekolahan".. Mengapa tak ada lg sinetron sperti itu yg mpunyai nilai tontonan dan manfaat yg tinggi ? Apa krn masyarakat tlalu senang dgn dunia khayalan yg tinggi hingga sangat mnyukai tayangan2 fantasi ? Ironis... Fokus yg lain lg adalah lagu anak2.. Wah benar2 kasian anak2 yg lahir sejak tahun 2000 hingga sekarang,mereka tidak punya lagu yg sesuai dgn usia mereka hingga akhirna mhapal lagu2 orang dewasa yg kbnyakan isina roman picisan hadoohhh... Apa para ortuna ga sadar yah kl lirik2 lagu itu akan mbentuk karakter anak mereka ktika mereka telah memahami arti kata2 d lirik tsb ??? Farell jg dbiasakan mdengar lagu2 ky gitu tp hanya sbatas yg btempo ceria slebihna dia lebih memilih lagu anak2 jadul dan teletubbies..

Ada bnyak lg yg ingin dsampaikan d sini tp krn kterbatasan waktu dan kayana jg kata2 mulai ngelantur yo wes segini dulu ja.. Lagi2 tulisan ini hanya skedar keluhan tanpa da jalan keluar tp dharapkan supaya para pembaca dpt mrenungi keluhan ini dan mungkin saja punya ide yg bisa diwujudkan utk mjadi jalan keluar keluhan2 ini.. Yg benar datangna dari Tuhan Yang Maha Benar dan yg salah hanyalah dari saya sbagai manusia biasa dgn sgala kkhilafanna jd harap d maklumi n mohon d maafkan..

Category: Labels: | 2 Comments