Tampilkan postingan dengan label Award. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Award. Tampilkan semua postingan

by :Henry Krieger; Scott Cutler; Beyonce Giselle Knowles; Anne Preven


Listen,
To the song here in my heart
A melody I've start
But can't complete

Listen, 

to the sound from deep within
It's only beginning
To find release

Oh,
the time has come
for my dreams to be heard
They will not be pushed aside and turned
Into your own
all cause you won't
Listen....

Listen,
I am alone at a crossroads
I'm not at home, in my own home
And I tried and tried
To say whats on my mind
You should have known


Oh,
Now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what, you made of me
I followed the voice
you gave to me
But now I gotta find, my own..

You should have listened
There is someone here inside
Someone I'd thought had died
So long ago

Oh I'm screaming out, for my dreams to be heard
They will not be pushed aside or worse
Into your own
All cause you won't
Listen...

I don't know where I belong
But I'll be moving on
If you don't....
If you won't....

LISTEN!!!...
To the song here in my heart
A melody I've start
But I will complete

Oh,
Now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what, you made of me
I followed the voice, you think you gave to me
But now I gotta find, my own..
my own... 

Category: Labels: | 0 Comments

Alhamdulillah, gw sudah melewatkan setengah perjalanan kemenangan. Dengan selesainya tugas menjadi mahasiswi kedokteran dan resmi menjalani masa koass hingga 2 tahun ke depan, maka gw sudah bisa dinyatakan menunaikan setengah janji gw. Meski lambat tapi semua tetap terlunaskan.

Gw bangga, gw bisa menaklukan keegoisan diri gw demi kehormatan keluarga dan yang pasti, tanggung jawab gw sebagai anak. Gw senang bahwa semua yang gw raih di masa lalu dan janji-janji diri telah terbuktikan. Gw bukan hanya mengumbar kata-kata kosong.

Dan yang terpenting sekarang adalah, agama gw sudah tergenapi separuh dan kodrat gw sebagai seorang wanita pun telah tersempurnakan. Maka, nikmat Alloh yang mana lagi yang gw dustakan ?

Jika semua yang dulu menjadi beban, gangguan, dan penghalang telah teratasi. Maka, sekarang saatnya benar-benar full focus. Peran gw banyak : dokter muda-ibu muda-muslimah-menantu. Tiap peran, beda tanggung jawab. Dan semua sama beratnya. Cuma Alloh yang bisa buat semua menjadi ringan dan terlewatkan.

Apapun, jika Alloh berkehendak, pasti bisa diraih.

I'm the challenger, I'm the survivor, and I'm the winner.

Aku, kamu, dia, mereka, kita.. Hanya ingin mendapatkan yang terbaik. Meraih seperti yang diharapkan. Idealisme.

Aku ingin pria dewasa. Ya, aku mendapatkannya, dan bersama dia aku belajar serta mengajar menjadi manusia dewasa. Tidak hanya dewasa fisik, tapi seluruh aspek.

Aku mencari pengendaliku. Ya, aku mendapatkannya. Dia, yang mengendalikanku melalui kesalahan dan kekurangan dirinya. Menyadarkanku, hidup bersama adalah belajar dan mengajar menjadi seadanya. Bukan mengada-ada atau mentiadakan yang sudah ada.

Aku mencari sosok yang kuat dalam badai. Ya, aku mendapatkannya. Kuat dalam badai bukan hanya melewatinya tapi juga bertahan dalam segala keterbatasan dan hal-hal yang tak menyenangkan. Badai bukan cuma siklus derita-bahagia, ada hikmah dan perjuangan.

Aku mencari apa yang ku mau. Tidak, aku tak pernah mendapatkannya. Tapi aku menemukan apa yang kubutuhkan.

Dia, masa lalu dan masa depanku. Yang setia padaku, kini. Win.

Category: , Labels: , | 0 Comments

Mungkin takdir seperti bermain layanglayang.
Ada tarik ulur.
Rahasiarahasia tak menentu.
Wajahwajah silih berganti.
Itulah warnawarni hidup.
Namun pada akhirnya tetap bersatu.

Category: , Labels: , | 0 Comments

KAU

Memang di musim salju
Tak ada bunga kuncup walau sepucuk
Tapi di dasar kalbuku
Kau setangkai angkuli
Mekar sudah

Malam hanya angin dingin
Mengetuk-ngetuk jendela kamarku
Menggigilkan pepohonan
Tapi bara yang kau taruh dalam hatiku
Berkobar

Menjelma api,
menghangatkan pikir dan rasa
Mencairkan gairah hidupku yang nyaris beku
Sepadat batu

Di lain waktu
Kau adalah arus air
Mendenyutkan sungai yang dikerontangkan
Terik matahari

Kau arah yang kutuju
Bebas dari kehancuran

[Soni Farid Maulana, 2001]



Note :
Tak perlu kau Termangu
Cukup beri aku ilmu
Tak perlu bujuk rayu
Apalagi bunga yang cepat layu
Cukup untukku
Buku buku dan logikamu

Hasan Aspahani

"Tak ada yang tersaji, garpu menikam kosong talam. Jika ada sepotong hati di situ, hatiku, pasti melimpah sudah, kuah darah."

Agus Hermana

"Kamu gado-gado sepincuk riuh. Gemuruhlah siangku yang rusuh. Sayur rempahmu berebut pengaruh. Menguaplah peluh."

Category: , Labels: , | 0 Comments

By : Larossi, J. ; Romdhane, A. ; Scherzinger, N. ; Wroldsen, I.


I never needed you to be strong
I never needed you for pointing out my wrongs
I never needed pain, I never needed strain
My love for you was strong enough you should have known

I never needed you for judgement
I never needed you to question what I spent
I never asked for help, I take care of myself
I don't know why you think you've got a hold on me

And it's a little late for conversations
There isn't anything for you to say
And my eyes hurts, hands shiver
So look at me and listen to me
Because

I don't want to stay another minute
I don't want you to say a single word
Hush hush hush hush
There is no other way, I get the final say
Because
I don't want to do this any longer
I don't want you, there's nothing left to say
Hush hush hush hush I've already spoken, our love is broken
Baby hush hush

I never needed your correction
On everything from how I act to what I say
I never needed words, I never needed hurt
I never needed you to be there everyday

I'm sorry for the way I let go
Of everything I wanted when you came along
But I ain't never beatin', broken not defeated
I know next to you is not where I belong

And it's a little late for explanations
There isn't anything for you to say
And my eyes hurts, hands shiver
So look at me and listen to me
Because

I don't want to stay another minute
I don't want you to say a single word
Hush hush hush hush
There is no other way, I get the final say
Because
I don't want to do this any longer
I don't want you, there's nothing left to say
Hush hush hush hush
I've already spoken, our love is broken
Baby hush hush

No more words
No more lies
No more crying

No more pain
No more hurt
No more trying
Because

I don't want to stay another minute
I don't want you to say a single word
Hush hush hush hush
There is no other way, I get the final say
Because
I don't want to do this any longer
I don't want you, there's nothing left to say
Hush hush hush hush
I've already spoken, our love is broken
Baby Hush hush

First I was afraid, I was petrified
Kept thinking I could never live without you by my side
But I spent so many nights, thinking how you did me wrong
I grew strong
I learned how to carry on

Hush hush hush hush
I've already spoken
Our love is broken
Baby

Now, I will survive
As long as I know how to love
I know I'll stay alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
And I will survive
Hush hush hush hush
There is no other way, I got the final say

I don't want to do this any longer
I don't want you
There's nothing left to say
Hush hush hush hush
I've already spoken, our love is broken
Baby hush hush

Category: Labels: | 0 Comments

Oleh : Muhammad Baiquni

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti.
Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap.

Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku.
Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan.

Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita?
Atau memang engkau telah memaafkan segala kesalahanku? Namun mengapa telah terputus tali silaturahmi diantara kita?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah begitu mudah memutuskan sesuatu yang berat, janganlah begitu mudah membenci sesuatu. Hal yang engkau anggap ringan itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat di mata Allah. “Dan janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.”
Masih ingatkah engkau suatu kisah, dimana engkau bercerita: “Aku pernah memiliki seekor domba, dulu domba itu begitu kusayang. Kemana aku pergi domba itu mengikutiku, dan kemana domba itu beranjak akupun mengikutinya. Namun suatu hari aku amat begitu buruk dan membencinya, domba itu mulai sering mengomel. Dia mengoceh betapa aku harus lebih sering mandi, dia terus berkelakar bahwa tidak baik jika aku tidak mandi. Dia mulai sering mengkritikku. Aku marah. Aku ku tinggalkan domba itu sendiri. Tidak peduli dia mau mati atau terisak nangis sendiri. Bahkan domba itu mulai membentak bahwa selama ini aku tidak ikhlas menemaninya, padahal aku ikhlas.”

Dan aku pun tersenyum mendengar kisahmu. Aku pun berkata, “Mengapa tidak kau temani lagi dombamu yang sedang merajuk itu?”
Kau pun ketus menjawab, “TIDAK! Dia bukan dombaku!”

Tahukah engkau wahai seseorang yang pernah ku sakiti, aku pun kini merasakan apa yang dialami oleh domba itu. Terlalu sakitkah dirimu sehingga engkau begitu membenciku dan menjadikan aku laksana domba dalam ceritamu?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah engkau seperti Yunus ketika meninggalkan kaumnya karena kemarahannya akibat kezaliman kaumnya dan Allah pun memperingatkan Yunus, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga aku pun mengerti kapan kau akan sakit dalam tiap-tiap bulanmu. Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa aku menginginkan sesuatu dan engkaupun memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik.

Namun mengapa setelah datang kebaikan, timbul keburukan?

Sedari awal, aku telah memaafkanmu. Bahkan aku merasa, kesalahanmu di mataku adalah akibat salahku. Aku yang memulai menanam angin, dan aku melihat badai di antara kita. Badai dingin yang amat begitu menyesakkan. Paling tidak untukku.

Jangan takut jika engkau khawatir perasaan cinta yang dulu melekat akan kembali timbul. Aku bukanlah seorang baiquni seperti yang dulu lagi. Aku telah mengubah sudut pandangku tentang seseorang yang layak aku cintai. Aku sekarang sedang mencari bidadari.

Ingin aku bercerita kepadamu, kandidat-kandidat bidadariku.

Mengapa setelah habis cinta timbul beribu kebencian. Mengapa tidak mencoba membuka hati untuk seteguk rasa maaf. Jujur, bukan dirimu saja yang tersakiti, namun aku juga. Namun aku mencoba membuang semua sakit yang begitu menyobek hati. Andai engkau tahu wahai engkau yang pernah kusakiti.
Pernahkah engkau menangis karenaku seperti aku menangis karenamu? Seperti aku terisak dihadapanmu. Pernahkah?

Mungkin dirimu telah menemukan seseorang yang begitu engkau sayangi. Seseorang yang mampu membangkitkan hidupmu lagi, tetapi aku? Pernahkah engkau berpikir betapa hal yang engkau lakukan terhadapku begitu berdampak laksana katrina. Bahkan setelah itu aku masih memaafkanmu, bahkan aku menunduk memintamu memaafkan aku.

Sudah menjadi tuhan kecilkah dirimu? Bahkan Tuhan saja memaafkan.

Tahukah wahai engkau yang pernah tersakiti, betapa aku meneteskan air mata saat menulis ini. Betapa aku seolah pendosa laksana iblis yang terkutuk. Apakah engkau mengerti apa yang kurasakan? Mengertikah dirimu?

Tak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. Tidak aku, tidak juga kamu wahai engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu.
Untuk surat ini, untuk kekhilafanku yang lampau, untuk kenangan yang membuatmu sakit, untuk segala sesuatu tentang kita, aku minta maaf.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

copas from http://www.facebook.com/note.php?note_id=412314156041


P.S : dari notes ini, aku mulai belajar memaafkan untuk yang kesekian kalinya. Dimulai dari yang terkecil hingga yang terbesar yang pernah menyumbangkan rasa sakit di hatiku. Beragam tanggapan kalian tapi aku sudah mengambil sikap. Yang pertama kulakukan ini adalah demi tuhanku, Alloh Subhana wa Ta'ala, selanjutnya untuk kalian dan terakhir tentulah untuk hatiku.

Maka mulai detik ini, kuikrarkan : aku akan belajar menjadi orang yang mudah memaafkan permintaan maaf orang lain semudah aku meminta maaf pada orang lain. Jika Alloh dan RosulNya bisa memaafkan kesalahan-kesalahan terberat dari orang lain, mengapa diriku yang hanya manusia biasa dan bukan seorang nabi akan menjadi begitu susah memaafkan... Tak ada alasan, penjelasan maupun landasan utk jalan itu jadi lakukanlah sesuai aturan karena memang aturan itu dibuat demi kebaikan.

Category: Labels: | 0 Comments

Mam, don't you know I cry now ? No, You shouldn't know that. For this time,I just realize how precious you are. I sending my sms because I don't want you know that I cry and make you sad. And I really miss you now,I just want to kiss and hug you. My mother is the greatest woman that I ever had.

I proud to you,mam. Even we always debating and I broke your heart and trust for many times, you still there for me. I know that I can't give you any present except if I can realizing your dream to me. I promise to you mam,I'm sure I become a doctor like your wish to me. I don't care I like or not because there is not the right time to feel like that again.

I can't write about you,I need stop my rush in my heart and head now. I wish your always blessing mam, I hope all the best for you, I want you could see me when I become a doctor,amiinn amiinn amiinn allohumma amiinn. I love you,Mam.

Istilah puasa tak terdengar asing lagi di dunia medis. Seringkali seseorang dianjurkan utk menjalankan puasa "menahan makan" sebelum dilakukan tindakan medis tertentu termasuk diantaranya medical check-up pemeriksaan darah. Dgn menahan makan lebih kurang 8-10 jam sebelum pemeriksaan,nantinya akan diperoleh hasil yg lebih akurat. Lain halnya utk yg bernilai ibadah,keutamaan2 berpuasa membuat sebagian umat sangat menginginkan utk menunaikan ibadah ini lengkap sebulan penuh walaupun dirinya sedang dalam kondisi yg masih "terganggu" kesehatannya.

Sebenarnya utk orang dgn kesehatan terganggu akan mendapatkan "keringanan" dalam menjalankan ibadah puasa. Namun bukan berarti semua orang dgn kesehatan terganggu tidak bisa menjalankan puasa dgn sehat. Dgn memperhatikan kelemahan/kekurangan yg ada dalam dirinya dan adanya konsultasi dgn tenaga medis akan diperoleh kiat2 sehat utk menjalankan ibadah puasa. Tentunya semua itu tidak boleh lepas dari komitmen bahwa makanan yg dikonsumsi harus lebih terkontrol dan teratur serta tidak meninggalkan obat yg memang harus rutin dikonsumsi.

Selamat menunaikan ibadah puasa,semoga perjuangan saya dan Anda di bulan Ramadhan ini mendapatkan ridho Alloh dan kemerdekaan jiwa,amiinn. Mohon maaf bila sampai detik ini saya berbuat kesalahan pd Anda,baik itu dgn perbuatan maupun kata2 saya. Mari jadikan puasa sebagai sarana utk berbenah diri dan menjadi pribadi yg lebih baik.

Category: Labels: | 0 Comments

Apakah makna sebuah kemerdekaan ? Setiap orang dapat memiliki sudut pandang berbeda dalam memaknai kata tersebut. Yg pasti,kemerdekaan akan lebih dalam artinya dan akan lebih dinikmati bila didapatkan dgn perjuangan.

Kemerdekaan laksana busur panah yg siap melesakkan anak panah ke berbagai penjuru. Maka,seperti anak panahlah esensi mengisi kemerdekaan.

Selamat berjuang mengisi kemerdekaan and happy independence day !!! ^_^.V

Category: Labels: | 0 Comments