Tampilkan postingan dengan label Organ Reproduksi (Ginekologi Genitalia). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organ Reproduksi (Ginekologi Genitalia). Tampilkan semua postingan

Angka kejadian keganasan pada penis tidak terlalu besar, di Amerika sekitar 1-2 diantara 100.000 pria. Biasanya terjadi pada pria berusia lebih dari 40 tahun. Jenis paling sering adalah jenis squamous cell carcinoma, kemudian jenis lain adalah melanoma. Salah satu faktor yang dapat mencegah terjadinya hal ini adalah sirkumsisi (sunat). Pria yang sudah menjalani sunat terutama pada saat bayi atau anak-anak, kemungkinan mengalami kanker penis berkurang sedangkan sunat pada usia dewasa tidak signifikan dalam mengurangi kemungkinan terjadinya kanker.

Gejala terjadinya kanker pada penis diantaranya bengkak pada penis meskipun tidak dalam kondisi ereksi. Selain itu terdapat tanda-tanda radang seperti nyeri atau terdapat luka pada penis dengan sebab yang tidak jelas. Selain itu mungkin terdapat semacam kutil pada kulit penis atau luka pada kulit penis yang tak kunjung sembuh dan tak terasa nyeri. Perubahan warna pada kulit penis juga dapat menjadi tanda awalnya. Gejala lain adalah terdapat benjolan pada lipat paha, artinya terjadi pembesaran kelenjar getah bening pada daerah tersebut. Kondisi ini menandakan bahwa stadium kanker sudah dalam taraf lanjut.

Stadium kanker pada penis terbagi 5 yaitu
- Stadium 0 atau in situ, sel kanker hanya terletak pada bagian kulit penis
- Stadium 1 sel kanker sudah menyebar ke jaringan ikat dibawah kulit penis
- Stadium 2 sel kanker sudah menyebar pada jaringan di penis dan menyebar ke kelenjar getah bening pada salah satu sisi pangkal paha
- Stadium 3 sel kanker sudah menyebar ke kedua sisi pangkal pangkal paha atau menyebar ke uretra (saluran kencing) atau ke kelenjar prostat.
- Stadium 4 sel kanker telah menyebar ke organ lain di dalam panggul atau sudah menyebar hingga ke tempat lain di dalam tubuh.

Untuk mengetahui ada tidaknya kanker pada penis dilakukan pemeriksaan fisik. Untuk menyingkirkan faktor lain, kemungkinan dokter juga melakukan USG atau MRI. Pemeriksaan pasti mengetahui adanya kanker dengan biopsi.

Keberhasilan pengobatan tergantung pada stadium, lokasi dan besarnya kanker. Pengobatan untuk mengatasi kanker tergantung pada stadium kanker. Bila masih dalam stadium 1 maka terapinya pembedahan. Terdapat berbagai jenis teknik bedah hingga jika diperlukan dilakukan amputasi penis, hal ini tergantung kondisi tumor dan stadiumnya.

Selain pembedahan, dapat dilakukan radiasi untuk mematikan sel tumor yang tersisa. Sedangkan untuk mematikan sel tumor yang mungkin sudah menyebar ke organ tubuh lain dilakukan kemoterapi. Jika kanker ditemukan dalam stadium awal dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di lipatan paha atau ke organ lain, maka kemungkinan penyembuhan cukup besar. Sebaliknya jika sudah menyebar, kemungkinan bertahan hidup juga berkurang.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker penis, beberapa hal diketahui menjadi faktor resiko penyakit ini, diantaranya :
- usia tua
- pria yang tak menjalani sunat
- kebersihan daerah kemaluan yang tak terjaga
- infeksi Human Papilloa Virus, biasanya tertular melalui hubungan intim bebas
- merokok
- kondisi fimosis atau tertutupnya saluran pembuangan akibat lubang pada kulit bagian depan yang menutup sehingga sulit buang air kecil.

Testis terpuntir terjadi ketika testis berputar dengan sumbu pada spermatic cord. Biasanya hal ini terjadi pada kisaran usia 15-35 tahun. Pada korda spermatikus terdapat pembuluh darah yang memberikan nutrisi untuk buah zakar. Pada kasus terpuntir, pembuluh darah itu akan terjepit sehingga buah zakar tidak mendapatkan nutrisi. Dalam waktu 4 jam saja buah zakar tidak mendapatkan aliran darah, sudah mulai terjadi kerusakan pada buah zakar.

Kasus testis terpuntir termasuk kasus yang perlu mendapatkan tindakan segera dengan prioritas tinggi. Jika terjadi keterlambatan penanganan dan testis rusak, maka dapat menimbulkan gangguan kesuburan. Sebagai gambaran, jika testis terpuntir kurang dari 6 jam, kemungkinannya selamat cukup tinggi, sekitar 90%. Jika kejadiannya lebih dari 12 jam, kemungkinan dapat diselamatkan sekitar 50%. Terlambat penanganan dan kelainan sudah berlangsung lebih dari 24 jam, maka kemungkinan testis dapat diselamatkan sekitar 10%.

Gejala utama yang dirasakan adalah sakit yang mendadak dan terasa amat sangat pada buah zakar yang disertai dengan pembengkakkan kantung zakar. Gejala lain yang dapat dirasakan adalah mual, muntah, dan nyeri daerah perut.

Terpuntirnya testis disebabkan adanya gaya yang memutar testis. Penyebab utamanya adalah kelainan anatomis dalam kantong zakar yang menyebabkan testis dapat bergerak lebih bebas di dalam kantong zakar dan beresiko untuk terjadinya puntiran. Pada beberapa kasus, hal itu dapat dipicu oleh adanya trauma pada daerah kantong kemaluan, aktivitas fisik yang berat, dan kontraksi otot di daerah korda spermatikus yang berlebihan.

Jika seseorang mengalami nyeri pada daerah kantung kemaluan, segera pergi ke dokter untuk memastikan yang sebenarnya terjadi. Dokter biasanya akan menetukan kelainan tersebut merupakan terpuntirnya testis atau sebab lain.  Untuk memastikan ada tidaknya testis yang terpuntir, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan pada perut, pinggul dan kantung kemaluan. Seringkali dengan pemeriksaan fisik sudah diketahui adanya testis terpuntir. Dilakukan pula pemeriksaan urin untuk mengetahui ada tidaknya infeksi. Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui kondisi testis dan memeriksa aliran darah ke testis. Terjadinya penurunan aliran darah merupakan tanda testis terpuntir.

Penanganan utama yang perlu dilakukan adalah mengembalikan posisi puntiran ke posisi normal (detorsi). Tindakan ini harus dilakukan dengan cara pembedahan untuk mengetahui berapa derajat puntiran yang terjadi sehingga dapat dilakukan pengembalian posisi puntiran dengan tepat. Selanjutnya perlu dilakukan tindakan penjahitan untuk menempelkan testis pada kantung zakar agar testis tidak lagi bergerak bebas yang menimbulkan resiko puntiran. tindakan penjahitan juga perlu dilakukan pada testis sebelahnya karena memiliki resiko tinggi juga untuk terjadinya puntiran.

Pada kasus-kasus yang meragukan tetap disarankan untuk dilakukan pembedahan sebagai evaluasi langsung (eksplorasi) sampai dibuktikan tidak terjadi puntiran. Perlu diketahui pula bahwa kasus-kasus yang kejadiannya sudah lama, dimana testis dianggap sudah tidak viable (hidup), tetap harus diangkat. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran apabila ditinggalkan akan menimbulkan infeksi dan terpenting bisa menyebabkan reaksi tubuh yang akan merusak testis sebelahnya. Setelah pembedahan penderita dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat selama dua munggu.

Kelainan ini tidak dapat dicegah karena berhubungan dengan kondisi kelainan anatomis yang dimiliki oleh masing-masing individu. Hal yang terpenting adalah upaya deteksi dini terjadinya testis terpuntir untuk mencegah kerusakan permanen pada testis.

Hingga kini belum ada fakta penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa sifat jantan pria berhubungan dengan ukuran alat vitalnya atau wanita yang lebih puas dalam berhubungan intim jika pasangannya berpenis besar. Pria sendirilah yang sebenarnya membangun anggapan demikian. Padahal wanita lebih menikmati indahnya hubungan seks dari getaran emosional yang diciptakan pasangan, perasaan dicintai, diperlakukan spesial, disayangi dengan sepenuh hati, dilindungi dan dihargai. 

Mitos bahwa penis besar akan membantu memuaskan pasangan adalah mitos yang menyesatkan. Jikalau masyarakat tetap percaya mitos tersebut maka setiap pria akan merasa rendah diri atau pasangan wanitanya akan merasa tak puas jika mengetahui penis pasangannya kecil. Anggapan ini tidak benar karena tidak ada korelasi antara penis besar dengan lama dan singkatnya hubungan intim. Penis besar belum tentu bisa bertahan lama dalam hubungan seks karena ukuran penis tidak menentukan kualitas ereksi dan kemampuan mengontrol ejakulasi yang memegang peranan penting dalam berhubungan seks. 

Penis yang baik dan memuaskan pasangan ketika berhubungan seks adalah penis yang berfungsi dengan baik artinya penis bisa ereksi, dapat melakukan penetrasi, dan tidak cepat ejakulasi hingga pasangan terpuaskan. Penis besar jika "peltu" akibat ejakulasi prematur justru akan mengecewakan dan berakibat lebih serius karena menimbulkan rasa rendah diri dan malu sehingga berdampak mengganggu psikologis yang bisa menyebabkan gangguan impotensi. Bagi beberapa wanita terkadang ukuran penis yang terlalu besar cenderung menyakitkan dalam berhubungan intim. Titik sensitif vagina terletak 1 inci dari mulut vagina jadi tidak diperlukan penis super besar dan panjang. 

Ukuran alat vital pria tidak bisa ditambah dengan cara apapun. Apalagi jika penis telah berkembang sesuai dengan tahap perkembangan normal. Hal ini disebabkan karena struktur anatomi penis tidak sama dengan otot lengan atau kaki yang bisa dilatih beban agar berkembang lebih besar. Struktur penis terdiri atas ruang pembuluh darah yang dindingnya dilapisi sel otot. Bagian lain berupa lapisan kuat yang membungkus lapisan pembuluh darah. Ruang pembuluh darah ini akan terisi darah dan menjadikan ereksi penis. Struktur seperti ini menjadikan penis tidak bisa berkembang walau dilatih beban, pijatan, atau urutan. Kecuali penis masih dalam tahap perkembangan pada usia anak dan remaja. Pada masa ini penis kecil bisa dirangsang pertumbuhannya dengan terapi hormon atau pengobatan lain sesuai penyebabnya hingga mencapai tahap akhir perkembangan penis.

Ukuran penis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain genetik, ras, obesitas, dan hormon. Ras orang Asia lebih kecil dibandingkan orang Eropa. Orang Asia memiliki panjang penis rata-rata antara 10,5 - 14 cm dengan diameter 3,2 cm. Ras Kaukasia panjang rata-rata 14 - 15,5 cm dengan diameter 4,8 cm. Sedangkan ras kulit hitam panjangnya antara 15,9 - 20,3 cm dengan diameter 5 cm. Untuk mengetahui ukuran sebenarnya, cara mengukur penis harus benar yakni perut ditekan sampai otot dasar penis.

Penis kecil yang tak normal adalah yang pertumbuhan genitalianya terhambat. Penisnya tak hanya kecil tapi biasanya disertai pertumbuhan kantung buah pelir (skrotum) yang tidak sempurna. Skrotum normal adalah yang panjang menggantung sehingga buah pelir bisa lebih dingin dari suhu tubuh, warna kulit lebih gelap dan berlekuk-lekuk. Memang secara psiskis ada beberapa wanita yang lebih bergairah dengan penis yang besar namun ini hanya untuk kepuasan fantasinya saja dan tidak semua wanita menyukai penis besar. 

Beberapa teknik yang digunakan oleh tenaga non-medis untuk membesarkan penis, misalnya dengan suntik silikon merupakan teknik yang sangat berbahaya karena biasanya disuntikkan langsung, tanpa kantung. Bila tanpa kantung, suatu saat silikon akan menyebar masuk ke berbagai tempat dan bisa menyebabkan disfungsi ereksi permanen akibat terbentuk sumbatan pada pembuluh darah di sekitar penis. Dengan adanya silikon sebagai pelapis penis justru menjadikan penis menjadi lebih lunak ketika ereksi akibatnya malah tak ada rasa. Efek samping yang terjadi tidak dapat ditentukan waktunya, bisa dalam hitungan minggu, bulan, ataupun tahun. 

Operasi medis untuk pembesaran penis diistilahkan sebagai Surgery-Phalloplasty yang terdiri dari dua teknik. Pertama, operasi memanjangkan penis dengan cara memotong atau memperkecil otot dasar penis. Hasilnya sering tidak memuaskan dan kemungkinan malah berdampak buruk karena menjadikan otot dasar penis tidak kuat akibat pemotongan tadi. Kalau otot dasarnya kuat, penis akhirnya tegak. Bila kekuatan otot penis tidak sebanding dengan beratnya, maka ereksi gagal bahkan bisa terjadi disfungsi ereksi penis atau impotensi seksual. Teknik selanjutnya adalah dengan pemakaian implan jaringan lemak bagian tubuh lain ke dalam penis. Kekurangan teknik ini adalah ukuran kepala penis tidak dapat ditingkatkan sehingga secara visual tampak kurang proporsional. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk teknik pembesaran penis ini juga tidak sedikit.

Cara tepat untuk mempertahankan ejakulasi adalah rasa percaya diri. komunikasi terbuka dengan pasangan dapat menjadi jembatan mencari solusi untuk melakukan hal-hal yang dapat membangkitkan gairah pada daerah sensitif. Fungsi seksual penis yang baik dapat diperoleh dengan kebiasaan hidup sehat, makan berimbang, menghindari rokok dan alkohol dan menjaga berat badan agar tetap ideal.

Agar hubungan seks menjadi berkualitas maka pastikan untuk selalu menambah pengetahuan tentang seksualitas. Jika muncul gangguan seks, sebaiknya segera diselesaikan. Jagalah komunikasi dengan baik dengan pasangan serta segera konsultasikan ke dokter jika mulai timbul gangguan. Ingatlah bahwa memperbesar atau memperpanjang ukuran penis merupakan hal sia-sia tiada guna.

Erection Hardness Score (EHS) merupakan sarana pemeriksaan mandiri untuk mengevaluasi tingkat kekerasan ereksi pribadi dan pasangan. Tes sederhana berikut ini dikemas dalam bentuk lima petanyaan singkat yang juga dapat menjadi rujukan pasangan atas kondisi yang dialami oleh pasangan hidupnya. Harap diingat bahwa tes ini hanya membantu Anda melakukan pengecekan awal dan tidak dapat menggantikan konsultasi dokter. Untuk hasil yang lebih pasti, konsultasikanlah hasil tes ini dengan dokter Anda.

Tiap pilihan jawaban akan memiliki nilai 1-5. Setelah selesai menjawab semua pertanyaan dibawah ini, jumlahkan setiap nilai yang Anda peroleh sesuai dengan jawaban yang Anda pilih. Keterangan hasil total nilai yang Anda peroleh dapat Anda lihat setelah pertanyaan terakhir. Silakan memilih jawaban yang paling sesuai dengan anda.
  • Seberapa sering Anda dapat mencapai ereksi selama melakukan aktivitas seksual ?
  1. hampir tidak pernah atau tidak pernah
  2. sesekali (kurang dari 50%)
  3. kadang-kadang (sekitar 50%)
  4. sering (lebih dari 50%)
  5. hampir selalu atau selalu
  • Ketika Anda ereksi setelah menerima rangsangan seksual, seberapa sering penis Anda cukup keras untuk dapat masuk ke dalam vagina pasangan Anda ?
  1. hampir tidak pernah atau tidak pernah
  2. sesekali (kurang dari 50%)
  3. kadang-kadang (sekitar 50%)
  4. sering (lebih dari 50%)
  5. hampir selalu atau selalu
  • Ketika Anda melakukan hubungan seksual, seberapa sering penis Anda dapat masuk ke dalam vagina pasangan Anda ?
  1. hampir tidak pernah atau tidak pernah
  2. sesekali (kurang dari 50%)
  3. kadang-kadang (sekitar 50%)
  4. sering (lebih dari 50%)
  5. hampir selalu atau selalu
  • Selama melakukan hubungan seksual, seberapa sering Anda dapat mempertahankan ereksi setelah penis Anda masuk ke dalam vagina pasangan Anda ?
  1. hampir tidak pernah atau tidak pernah
  2. sesekali (kurang dari 50%)
  3. kadang-kadang (sekitar 50%)
  4. sering (lebih dari 50%)
  5. hampir selalu atau selalu
  • Selama melakukan hubungan seksual, seberapa sulit Anda mempertahankan ereksi untuk menyelesaikan hubungan seksual ?
  1. sangat sulit sekali
  2. sulit sekali
  3. sulit
  4. agak sulit 
  5. tidak sulit
Interpretasi Total Nilai
5 - 10 menunjukkan bahwa Anda menderita disfungsi ereksi kronis.
11 - 14 menunjukkan bahwa Anda menderita disfungsi ereksi yang tidak terlalu kronis.
15 - 20 menunjukkan bahwa Anda menderita disfungsi ereksi cukup kronis.
21 - 25 menunjukkan bahwa Anda tidak menderita disfungsi ereksi.

Hanya dokter Anda yang dapat mengkonfirmasi apakah Anda menderita disfungsi ereksi atau tidak, segera tanyakan kondisi Anda pada dokter ahli.

Sumber : www.vi-lounge.com

Kepuasan optimal dalam berhubungan seksual dapat tercapai secara optimal bila tingkat kekerasan ereksi yang tercapai juga optimal. Melalui suatu instrument yaitu Erection Hardness Score (EHS), pengukuran tingkat kekerasan ereksi dapat dilakukan sendiri. Metode pengukuran ini mudah dilaksanakan karena menggunakan empat skala pengukuran yang sederhana.

Erection Hardness Score dikembangkan oleh Dr. Irwin Goldstein ketika menggunakannya pada uji klinis sildenafil sebagai  alat ukur tambahan pada pengujian efikasi obat. Alat ini berfungsi sebagai standar yang mengukur derajat kekerasan ereksi sekaligus mengukur efektivitas pengobatan pada pasien yang menderita disfungsi ereksi. Peluncuran Erection Hardness Score pertama kali dilakukan pada pertemuan tahunan European Association of Urology (EAU) ke-22 di Berlin, Jerman pada Maret 2007. Konsesus terbaru yang dimuat Journal of Sexual Medicine menetapkan tingkat kekerasan ereksi sebagai faktor utama dalam mencapai seks yang lebih baik.

Erection Hardness Score menggunakan skala penilaian 1 – 4 sebagai acuan untuk melihat status seksual dan efektivitas pengobatan. Tingkat yang paling bagus dan dapat meningkatkan keharmonisan dalam hubungan seksual adalah tingkat keempat. Berikut ini adalah keterangan skala pada Erection Hardness Score.
  1. Penis membesar namun tidak mengeras. Jika diibaratkan seperti tapai. Artinya, penderita mengalami disfungsi ereksi berat dengan acuan International Index of Erectile Function (IIEF) menunjukkan derajat 6-10.
  2. Penis mengeras tetapi tidak cukup untuk penetrasi. Jika diibaratkan seperti pisang matang. Artinya, penderita mengalami disfungsi ereksi derajat sedang dengan nilai IIEF mencapai 11-16.
  3. Penis keras dan cukup untuk penetrasi tetapi belum maksimal karena tidak seluruhnya keras. Jika diibaratkan seperti sosis. Artinya, penderita mengalami disfungsi ereksi ringan dengan nilai IIEF mencapai 17-25.
  4. Penis keras dan kaku maksimal karena penis keras dan tegang secara menyeluruh dan sepenuhnya. Jika diibaratkan seperti timun. Artinya, sasaran tujuan pengobatan optimal bagi pria yang mengalami disfungsi ereksi telah tercapai dengan nilai IIEF yang dicapai antara 26-30.
Konsensus baru menganjurkan penggunaan Erection Hardness Score hingga pasien mencapai ereksi sempurna. Tingkat kekerasan ereksi penting diukur sebagai penilaian kuantitatif dalam praktik klinik yang akan memperbaiki performa hubungan seksual dan hasil pengobatan. Dengan metode ini, praktisi kedokteran dapat memonitor kemajuan pengobatan disfungsi seksual dan mengubah dosis secara efektif sesuai kebutuhan pasien. Selain itu metode ini sangat mudah dipahami dan meningkatkan komunikasi yang baik antara pasien dan dokter. Metode Erection Hardness Score melibatkan pasien dalam pengobatan, perencanaan, dan penilaian maka metode ini memiliki kemampuan memberdayakan serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap proses terapi.

Tidak sedikit dokter yang tidak dapat membedakan antara mitos dengan fakta mengenai seksualitas. Diperlukan pendidikan kepada para dokter dan juga masyarakat luas untuk memahami lebih jauh tentang seksualitas.

Mitos : Disfungsi ereksi berarti hilangnya keinginan untuk melakukan seks, kehilangan gairah atau steril.
Fakta : Dalam banyak kasus, penderita disfungsi ereksi mempunyai keinginan untuk berhubungan seks dan mampu mencapai orgasme serta berejakulasi. Disfungsi ereksi adalah kesulitan untuk mencapai ereksi atau mempertahankan, bukan kehilangan keinginan untuk berhubungan seks, steril ataupun berkurangnya vitalitas.

Mitos : Disfungsi ereksi merupakan kelainan yang berdiri sendiri, tidak ada hubungan dengan penyakit lain.
Fakta : Disfungsi ereksi sering merupakan suatu gejala dan indikasi adanya gangguan kesehatan lain seperti diabetes mellitus, penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Mitos : Disfungsi ereksi adalah penyakit yang memalukan dan sebaiknya dibiarkan saja agar dapat sembuh dengan sendirinya.
Fakta : Rasa malu dan ketidakinginan untuk membicarakannya secara terbuka hanya akan menyebabkan tak terdiagnosanya penyebab disfungsi ereksi. Sangatlah penting untuk mencari konsultasi medis dan pengobatan yang tepat.

Mitos : Disfungsi ereksi adalah bagian alami dari proses penuaan seorang pria.
Fakta : Tidak semua orang tua mengalami disfungsi ereksi. Biasanya hal itu terjadi berhubungan dengan usia tua dan penyakit yang menyertainya, semisal diabetes mellitus dan hipertensi. Orang tua yang sehat bisa saja melakukan hubungan seksual secara normal. Saat ini orang muda dengan penyakit tertentu atau memiliki kebiasaan hidup yang buruk seperti minum alkohol dan merokok juga bisa mengalami disfungsi ereksi.

Mitos : Diagnosa disfungsi ereksi menggunakan beberapa pengujian yang memalukan dan menyakitkan.
Fakta : Diagnosa disfungsi ereksi menggunakan teknik analisa riwayat medis dan riwayat seksual pasien seperti menanyakan kebiasaan merokok, minum alkohol, dan pengobatan yang pernah dijalaninya. Diagnosa yang dilakukan hanya pemeriksaan fisik standar termasuk memeriksa tekanan darah. Tes laboratorium darah dan urin akan membantu mendiagnosa masalah kesehatan yang mendasari disfungsi ereksi. Dari hasil laboratorium tersebut nantinya mungkin akan membutuhkan pengobatan lebih lanjut.

Selain mitos diatas, ada pula sejumlah kesalahan persepsi pria tentang disfungsi ereksi sehingga pria tidak mau berkonsultasi ke dokter dan menceritakan masalahnya terutama mengenai seks. Para pria menganggap hal yang menyangkut aktivitas seksual tabu untuk dibicarakan. Selain itu ada dua penghalang utama pria untuk mencari pertolongan mengenai masalah seks yaitu faktor psikologis karena rasa malu untuk mencari pertolongan dan pengaruh sosial budaya berupa mitos, pengobatan alternatif menggunakan kekuatan mistis ataupun pengobatan tradisional. Mereka cenderung menganggap bahwa pilihan pengobatan kurang atau beresiko.

Perasaan takut dan mitos yang salah tersebut haruslah dilawan, salah satunya dengan cara mendiskusikan hal tersebut dengan pasangannya. Pasangan wanita perlu memberikan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan pasangan prianya dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ereksi. Untuk itulah, konseling seksual perlu dilakukan bukan hanya kepada pria yang menderita disfungsi seksual melainkan perlu pula ikut menyertakan pasangan wanitanya.

Disfungsi Ereksi adalah ketidakmampuan seorang laki-laki untuk mencapai atau mempertahankan kekerasan ereksi yang cukup untuk bisa melakukan hubungan seks yang memuaskan. Disfungsi ereksi merupakan gangguan yang membuat ereksi hilang sebelum ejakulasi. Kondisi ini disebabkan oleh adanya berbagai penyakit yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi dan faktor gaya hidup dengan tingkat stres yang tinggi. Selain itu Disfungsi ereksi juga dapat terjadi sebagai dampak terapi obat, operasi besar atau radioterapi.

Dua faktor penyebab utama disfungsi ereksi adalah faktor psikogenik (kejiwaan) seperti depresi dan faktor penyakit (organik) seperti diabetes mellitus (penyakit kencing manis) dan hipertensi. Jumlah penderita disfungsi ereksi karena faktor organik lebih besar walaupun orang sering salah kaprah dengan mengatakan bahwa disfungsi ereksi hanya disebabkan oleh masalah psikis sehingga harus berobat ke psikolog atau psikiater. Meskipun demikian, faktor psikogenik dan organik tidak dapat dipisahkan. Kelainan organik yang disebabkan karena pertambahan usia akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit-penyakit metabolik yang menjadi penyebab disfungsi ereksi. Saat seseorang gagal dalam berhubungan seks akibat menderita penyakit tertentu (misalnya diabetes atau hipertensi) maka secara psikis akan terganggu.

Selain dua faktor di atas, disfungsi ereksi juga dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal meskipun kasusnya jarang terjadi. Beberapa gangguan hormonal yang berperan diantaranya hipogonadisme, hiperprolaktinemia, hipertiroidisme, dan hipotiroidisme. Gangguan ini bersifat sekunder karena dorongan seksual yang menurun. Faktor lain yang berperan diantaranya pembedahan yang dapat mencederai persarafan yang berperan dalam proses ereksi (misalnya operasi prostat). Selain itu trauma yang menyebabkan cedera pada tulang belakang dan kebiasaan buruk seperti minum alkohol serta merokok.

Pada penderita usia kurang dari 40 tahun, sebagian besar menderita disfungsi ereksi karena faktor psikis sedangkan pada usia lebih dari 50 tahun penyebabnya adalah faktor organik, yaitu terjadinya suatu kelainan pada organ tubuh. Saat ini disfungsi ereksi lebih banyak melanda kalangan muda karena penyakit seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, gangguan liver, dan gangguan ginjal sudah bisa diderita kalangan tersebut. Belum lagi karena faktor kebiasaan merokok dan gaya hidup yang rentan stres akibat tekanan kerja. Disfungsi ereksi sering pula dihubungkan dengan munculnya rasa depresi, hilangnya rasa percaya diri, persepsi diri yang buruk, serta meningkatnya rasa gelisah atau ketegangan dengan pasangan seksual.

Kelainan disfungsi ereksi masih bisa disembuhkan tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Diagnosis yang tepat merupakan kunci utama pengobatan disfungsi ereksi. Diagnosis ditegakkan atas dasar keluhan penderita yang ditunjang dengan wawancara yang cermat oleh dokter serta pemeriksaan fisik. Bila perlu juga ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah umum, kadar gula darah, kolesterol, fungsi liver, ginjal serta hormon-hormon seks. Dari diagnosis tersebut maka dapat ditentukan pengobatan berdasarkan tingkat keparahan yang diderita dan jenis pengobatan yang membutuhkan terapi oral atau cukup hanya dengan terapi kejiwaan.

Lini pertama pengobatan disfungsi ereksi adalah pemberian obat oral pada pasien. Saat ini di Indonesia ada tiga jenis obat oral yang bisa digunakan yaitu golongan sildenafil, tadalafil, dan vardenafil. Golongan sildenafil dan vardenafil efek mulai kerjanya antara beberapa menit hingga 5 jam, lewat dari 5 jam sudah tidak berfungsi lagi. Sedangkan golongan tadalafil, pengaruh kerjanya mulai dari satu jam hingga 36 jam. Obat oral ini memiliki kontraindikasi yang tidak boleh diberikan pada pasien penderita penyakit jantung yang sedang menjalani pengobatan menggunakan golongan nitrat.

Jika pengobatan obat oral tidak berhasil, lini kedua adalah dengan menggunakan vakum atau menyuntikkan langsung zat tertentu ke penis (intrakavernosa). Cara vakum kurang disukai karena lebih rumit sehingga pasien lebih memilih suntikan intrakavernosa. Cara suntikan awalnya dilakukan oleh dokter namun setelah dilatih, penderita bisa melakukannya sendiri. Cara ini cukup efektif dan bisa menimbulkan ereksi setelah 5 sampai 20 menit disuntikkan dan bertahan hingga satu jam. Permasalahannya, pengobatan ini mengakibatkan munculnya jaringan parut pada penis akibat suntikan jarum dan terkadang pasien merasa tidak nyaman dengan pengobatan ini.

Sedangkan pengobatan lini ketiga adalah pemasangan alat bantu ereksi (implant) pada penis. Terapi ini merupakan pilihan terakhir karena pemasangan alat tersebut bisa merusak struktur penis. Jadi bila alat tersebut dipasang, selamanya penderita bergantung pada alat tersebut. Saat akan berhubungan, penderita bisa membuat alat mengembang sehingga penis menjadi keras. Pengobatan dengan cara ini relatif mahal dan hanya diberikan pada kasus yang parah saja.

Selain beragam pengobatan yang tersedia, penderita disfungsi ereksi perlu diberikan konseling seksual karena pasien yang mengalami disfungsi ereksi akan merasa rendah diri dan malu untuk berobat. Dalam kondisi tersebut, dokter perlu proaktif untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari disfungsi ereksi yang diderita oleh pasien. Hal ini penting karena dapat membantu pasien tidak hanya berhasil dalam segi pengobatan melainkan juga memberikan dorongan psikologis sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Semakin banyaknya penderita disfungsi ereksi menandakan bahwa masyarakat perlu edukasi yang baik mengenai kesehatan seksual. Adanya proses pendidikan kepada masyarakat bahwa gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi bukanlah hal yang tabu tetapi justru hal yang positif karena gangguan seksual tersebut bisa menjadi pertanda adanya penyakit lain yang lebih serius seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan jantung.

Tes ini dibuat hanya untuk mengetahui tingkat keparahan GANGGUAN KENCING yang Anda alami dan BUKAN KEPARAHAN PENYAKIT SESUNGGUHNYA. Gangguan kencing yang timbul bisa diakibatkan adanya masalah pada prostat. Untuk pria yang sudah berumur di atas 40 tahun, wajib memperhatikan gejala-gejala gangguan kencing yang dirasakan.

Tandai keadaan yang menggambarkan besarnya gangguan yang timbul dari masing-masing gejala. Kemudian jumlahkan skor yang diperoleh untuk tiap gejala. Waspadalah dan segera konsultasi ke dokter ahli jika hasil yang Anda peroleh melebihi batas normal.

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering Anda merasa tidak lampias (merasa puas karena sudah merasa keluar semua) saat selesai kencing ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering Anda harus kembali kencing dalam waktu kurang dari 2 jam setelah kencing terakhir ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering Anda mendapatkan bahwa Anda kencing terputus-putus ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering Anda sulit menahan kencing ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering pancaran kencing Anda lemah ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering Anda harus mengedan atau kesulitan mengeluarkan saat mulai kencing ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Selama 1 bulan terakhir, seberapa sering Anda harus bangun dari tidur untuk kencing pada malam hari ?
Tidak pernah = 0
Kurang dari sekali dari 5 kali kencing = 1
Kurang dari setengah = 2
Kadang-kadang = 3
Lebih dari setengah = 4
Hampir selalu = 5

Bagaimana Anda menilai kualitas hidup yang Anda jalani ?
Senang sekali = 0
Senang = 1
Pada umumnya puas = 2
Antara puas dan tidak puas = 3
Pada umumnya tidak puas = 4
Tidak puas = 5
Buruk sekali = 6

Interpretasi hasil dari total skor yang didapatkan adalah sebagai berikut:

0-7 : Tingkat keparahan gejala termasuk ringan. Hal ini ditandai dengan sedikit gangguan seperti rendahnya sisa volume urin setelah kencing dan pancaran kencing.

8-19 : Tingkat keparahan gejala termasuk sedang. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa gangguan seperti penurunan pancaran kencing dan tingginya sisa volume urin setelah kencing namun tidak ada tanda-tanda kerusakan pada prostat.

>20 : Tingkat keparahan gejala termasuk berat dan kemungkinan terjadi kerusakan parah pada prostat Anda .

Prostat merupakan bagian dari organ kelamin laki-laki berupa kelenjar yang terletak di bawah organ yang menghasilkan testoteron. Kelenjar tersebut menjadi masalah ketika terjadi pembesaran dan menutup saluran kencing. Inilah yang biasa disebut sebagai pembesaran prostat jinak atau BPH (Benign Prostate Hyperplasia). Gangguan prostat ini paling banyak ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 90% laki-laki berusia 40 tahun ke atas mengalaminya. Gejalanya antara lain pancaran air seni lemah atau terputus-putus, sering berkemih terutama di malam hari, harus mengedan saat berkemih, berkemih jadi lebih sering, dan setelah berkemih tidak lampias (merasa sudah lega).

Untuk menentukan diagnosa, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan semisal pemeriksaan colok dubur (rectal toucher) untuk menilai pembesaran atau penonjolan prostat. Selain itu dilakukan pula pemeriksaan laboratorium. Cara lain adalah dengan Uroflowmetry, yaitu alat untuk mengetahui pancaran dan jumlah air seni yang dikeluarkan. Dari hasil yang didapat, bisa dinilai apakah sudah ada gangguan atau belum. Yang terakhir adalah pemeriksaan UltraSonoGrafi (USG) untuk mengetahui ukuran prostat.

Dengan majunya ilmu kedokteran, maka kini tersedia tiga pilihan pengobatan yang dapat dilakukan. Pilihan pertama adalah pengobatan dengan obat-obatan, bila gejala dan keluhan masih sangat ringan serta tidak mengganggu. Pilihan kedua adalah operasi untuk menjalani pengobatan invasif atau pembedahan operasi terbuka, atau endoskopi Trans Urethral Resection of the Prostate (TUR-P). Metode ini merupakan alternatif pengobatan dengan hasil jangka panjang karena mengikis habis jaringan prostat. Efek samping yang ditimbulkan cukup berat yaitu air mani tidak keluar dari tubuh melainkan masuk kembali ke dalam kandung kemih. Selain itu impotensi dan mengompol seumur hidup serta berbagai efek samping lainnya. Pilihan terakhir adalah pengobatan tanpa operasi yakni TUNA.

TUNA (Trans Urethral Needle Ablation) merupakan salah satu metode pengobatan prostat jinak yang aman dan tanpa operasi. Cara kerjanya amat sederhana yaitu dengan hanya menyuntikkan jarum ke jaringan prostat melalui lubang kencing. Lalu, jarum tersebut akan dihubungkan dengan alat pemancar gelombang radio berfrekuensi rendah. Alat ini kemudian menghasilkan panas sekitar 1100 derajat Celcius yang akan menghancurkan jaringan yang membesar dan membuka kembali saluran kencing. Kelebihan lainnya, terapi ini bisa dilakukan dengan bius lokal pada saluran kencing pasien. Proses pengobatan ini biasanya berlangsung sekitar 15-30 menit. Karena tanpa operasi maka adakalanya pasien dipersilahkan untuk langsung pulang. Umumnya pasien hanya butuh istirahat sekitar satu sampai dua hari, namun ada juga yang langsung beraktifitas.

Terapi TUNA cocok untuk pasien dengan gangguan ringan hingga sedang dan pasien yang ingin lepas dari obat-obatan yang diperuntukkan menyembuhkan BPH. TUNA juga diperuntukkan bagi pasien BPH yang juga menderita penyakit berat seperti jantung, atau yang takut operasi dan pasien yang tidak mau dibius. Waktu pengobatan pun singkat dan bisa dilakukan di klinik. Dari biaya tentu jauh lebih hemat daripada dengan operasi, begitu pula efek sampingnya yang lebih sedikit.

Endometriosis merupakan salah satu kelainan ginekologis yg paling sering dijumpai. Dalam dua dekade terakhir terlihat adanya peningkatan insiden endometriosis. Faktor resiko terkena endometriosis adalah perempuan yg darah haidnya banyak sekali. Sedangkan mereka yg rentan menderita endometriosis adalah wanita berusia 16 tahun ke atas atau usia2 produktif. Utk mereka yg berusia remaja antara 11-13 tahun,perdarahan berlebihan saat menstruasi dan siklus menstruasi yg abnormal bukanlah endometriosis dan nyeri yg terjadi disebut nyeri haid primer. Hal ini disebabkan karena pd usia tersebut memang blm tercapainya keseimbangan hormonal.

Endometriosis berpengaruh pd sistem reproduksi dan bisa menyebabkan seorang wanita tidak hamil karena ada sesuatu yg menghalangi. Namun demikian,mereka yg bisa hamil sekalipun juga tetap bisa mengalami endometriosis setelah melahirkan. Bahkan ada juga wanita yg sudah menopause tetap mengalami endometriosis. Endometriosis pd kehamilan bersifat sangat individual. Ada seseorang yg mengidap endometriosis banyak ternyata bisa hamil sementara ada juga yg endometriosisnya sedikit malah tidak bisa hamil.

Ahli obstetrik dan ginekologi (kandungan) membagi endometriosis dalam kategori ringan,sedang,dan berat. Hal ini penting utk mendapatkan gambaran penatalaksanaan penyakit dan kemungkinan kesembuhannya.
• Ringan
1. endometriosis menyebar tanpa perlekatan pd bagian depan atau belakang permukaan ovarium,atau daerah peritoneum (lapisan perut)

• Sedang
1. endometriosis pd 1 atau 2 ovarium disertai parut dan retraksi (tarikan) atau endometrioma kecil
2. perlekatan minimal di sekitar ovarium yg mengalami endometriosis
3. endometriosis pd bagian depan atau belakang cavum Douglasi dgn parut dan retraksi atau perlekatan,tanpa implantasi di usus besar sigmoid

• Berat
1. endometriosis pd 1 atau 2 ovarium,ukuran lebih dari 2x2 cm persegi
2. perlekatan 1 atau 2 ovarium/tuba/cavum Douglasi karena endometriosis
3. terjadi perlekatan usus dan atau perlekatan pd saluran kemih

Endometriosis juga bisa mengakibatkan komplikasi yg cukup serius. Selain mengalami infertilitas (kemandulan),juga bisa mengakibatkan kista. Kista endometriosis inilah yg bisa mengakibatkan nyeri yg sangat hebat pd saat menstruasi maupun saat melakukan hubungan intim. Kista ini dapat sembuh namun tidak jarang kambuh kembali. Pada kondisi lanjut,jaringan endometriosis daapat menjalar ke bagian tubuh lain seperti usus,otak,kandung kemih,dan paru-paru. Maka endometriosis bisa disamakan dgn tumor jinak karena penyebarannya itu.

Operasi sesar (SC) bisa dilakukan dgn jahitan minimal pd rahim dan lapisan atas otot menggunakan alternatif baru yaitu staples medik dan adesif topikal/surgical glue. Lem yg digunakan mengandung zat aktif 2-octyl cyanoacrylate yg berguna utk mencegah infeksi kuman seperti Pseudomonas dan Esscherecia coli. Keuntungan lem tersebut secara estetik tidak mengecewakan,risiko pembentukan jaringan parut pd bekas luka/scarring lebih rendah,dan pasien terhindar dari sakit yg ditimbulkan saat jahitan diangkat.

Prinsip utama penggunaan lem yaitu hanya utk topical closure (penutupan di permukaan). Harus dipastikan lem tidak merembes ke dalam luka karena dpt memperlambat proses penyembuhan dan berisiko menimbulkan reaksi serta meningkatkan risiko infeksi. Tidak semua pasien dpt menggunakan lem tersebut,biasanya utk pasien yg tidak ada riwayat perdarahan dan infeksi serta status gizi baik. Efek samping berupa reaksi kulit seperti gatal,perih atau kemerahan serta reaksi alergi terhadap lem.

Di Indonesia penggunaannya sangat terbatas karena harganya yang mahal dan biasanya para dokter lebih memilih jahitan konvensional. Sebaiknya jarak kehamilan selanjutnya minimal 2 tahun supaya rahim benar2 pulih dan siap mengandung. Bila tidak maka ditakutkan rahim yg belum pulih penuh saat hamil dan rahim membesar bisa terjadi robekan/ruptur. Jarak waktu tiap ibu tidak sama,tergantung kondisi ksehatan ibu tersebut.

Endometriosis merupakan gangguan sistem reproduksi perempuan. Jaringan endometrium yg seharusnya terdapat pd rahim malah tumbuh di tempat lain seperti di saluran telur (tuba Falopii),indung telur (ovarium), atau jaringan yg terdapat di panggul maupun rongga perut. Maskipun tidak terdapat di dalam rahim namun jaringan ini mengalami perubahan siklik mengikuti siklus haid dan mengalami penebalan,peluruhan serta perdarahan saat menstruasi. Karena tidak memiliki saluran pembuangan,darah yg meluruh itu akan terperangkap dan jaringan yg berada disekitarnya akan mengalami radang serta menimbulkan bercak endometriosis. Proses selanjutnya terjadi kista karena adanya perlengketan dan bekas bercak endometriosis.

Faktor Risiko

Tidak semua perempuan memiliki risiko mengalami endometriosis. Bagi mereka yg termasuk beresiko sebaiknya waspada dan rutin memeriksakan diri ke dokter,terutama jika mengalami keluhan.
1. tidak pernah melahirkan anak.
2. memiliki ibu yg menderita endometriosis.
3. memiliki siklus menstruasi kurang dari 28 hari dan perdarahan yg dialami lebih dari 7 hari.
4. adanya kelainan bawaan pd rahim,leher rahim,dan vagina yg dapat memperlambat bahkan menghambat aliran darah menstruasi sehingga darah yg seharusnya keluar malah berbalik hingga ke saluran telur.
5. adanya infeksi di organ yg terdapat dalam rongga pinggul.
6. menurunnya imunitas tubuh karena kurang nutrisi,stress berlebihan maupun kurang istirahat.
7. adanya gangguan hormon.

Gejala

Tidak semua endometriosis mengalami gejala,pd beberapa kasus, kelainan ditemukan saat melakukan terapi lain misalnya saat melakukan operasi penutupan saluran telur (utk KB).
1. gejala utama adalah nyeri yg timbul menjelang dan selama haid,terutama pd daerah pinggul. Keluhan kadang disertai nyeri punggung dan nyeri perut.
2. tempat dirasakannya nyeri biasanya berhubungan dgn lokasi bercak endometriosis. Misalnya nyeri saat berhubungan seksual dgn bercak endometriosis di vagina,atau nyeri saat buang air besar berhubungan dgn bercak endometriosis di usus. Terkadang gejalanya bisa menyerupai penyakit lain seperti gangguan pd saluran cerna.
3. perdarahan berlebihan pd saat menstruasi atau di luar menstruasi
4. pd pasien infertilitas yg tidak diketahui penyebabnya harus ditegakkan apakah menderita endometriosis atau tidak.
5. sering merasa lelah,kepala pusing,mual dan muntah.
Berbagai keluhan yg terjadi sebaiknya dicatat,tidak hanya nyeri pinggang namun juga nyeri yg terjadi di tempat lain karena berhubungan dgn lokasi bercak endometriosis. Pencatatan diperlukan supaya dokter dapat menentukan diagnosis dan kemungkinan komplikasi yg terjadi.

Diagnosis

Pemeriksaan yg dilakukan utk menemukan adanya endometriosis adalah pemeriksaan pinggul dan USG. Pemeriksaan tersebut utk mengetahui kelainan pinggul termasuk kista dan perlekatan pd rahim (uterus). Selain itu ada pemeriksaan utama utk memastikan endometriosis yaitu tindakan laparoskopi diagnostic. Pemeriksaan ini merupakan tindakan bedah minimal invasive dgn pembiusan utk melihat lokasi,luas dan penentuan stadium endometriosis serta bisa juga sebagai terapi.

Pengobatan

Pengobatan endometriosis banyak pilihannya namun belum ada yg dapat secara pasti menyembuhkan. Biasanya dilakukan pengobatan utk mengatasi nyeri dgn pemberian anti nyeri oral. Bila rasa nyeri sudah tidak dapat diatasi sebaiknya penderita berkonsultasi ke dokter utk mendapatkan terapi yg lebih baik. Pengobatan lain yg dapat diberikan adalah dgn menggunakan hormon kombinasi antara progesteron dan estrogen,misalnya penggunaan pil kontrasepsi KB. Pengobatan ini cukup efektif utk menghilangkan gejala nyeri yg terjadi serta cepat mengembalikan kesuburan,meringankan gejala saat haid,serta membuat siklus haid teratur.

Hormon lain yg bisa digunakan adalah analog GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon). Obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa muncul keringat dingin,sakit kepala,gangguan tidur,nyeri tulang,jantung berdebar2,dan vagina kering. Biaya pengobatan hormon ini cukup mahal,1x penyuntikan biayanya sekitar 1,3 juta sedangkan utk mendapatkan hasil efektif dibutuhkan 6x suntikan selama sebulan dan dilakukan dalam waktu 6 bulan. Dgn hormon ini tingkat kekambuhan hanya 15%.

Selain pemberian hormon,jaringan endometriosis dapat juga dibakar dgn menggunakan teknik laparoskopi. Biayanya sekitar 10-15 juta utk 1x tindakan. Jika gejalanya kambuh setelah tindakan,bukan tidak mungkin dilakukan tindakan lebih dari1x.

Jika semua pengobatan sudah dilakukan tetapi tidak menunjukkan perbaikan dan pasien semakin kesakitan maka pilihan terakhir adalah pengangkatan rahim. Konsekuensinya seorang wanita yg mengalami pengangkatan rahim maka tidak akan bisa lagi memiliki anak,oleh karena itu diperlukan pertimbangan matang utk melakukannya.

Masalah psikologis juga perlu mendapat perhatian. Nyeri yg muncul akan sangat mengganggu dan membuat penderita tidak bisa bekerja atau melakukan aktivitas lainnya dgn optimal. Nyeri yg berulang dapat membuat penderita depresi sehingga diperlukan kesiapan mental bagi penderita utk menghadapi masalah ini. Pd kasus berat dapat dilakukan hipnoterapi maupun konsultasi dgn psikiater.

Tips Pencegahan

Agar seorang wanita terhindar dari endometriasis ada beberapa hal yg bisa dilakukan meskipun belum tentu dgn tindakan ini benar2 terbebas dari endometriosis.
1. tidak menunda kehamilan
2. menghindari hubungan intim pd saat menstruasi
3. mengobati infeksi yg terjadi pd daerah pinggul dgn baik agar tidak terjadi jaringan abnormal yg bias mengakibatkan gangguan aliran darah menstruasi
4. senantiasa memeriksakan organ reproduksi ke dokter ahli kandungan secara rutin.