- Tipe pertama adalah full PSG (minimum 7 channel) dengan setting laboratorium tidur, yaitu terdapat tenaga khusus yang bertugas mengawasi pasien serta tenaga khusus yang bertugas membaca hasil. Tipe ini merupakan tipe berstandar internasional untuk diagnosa.
- Tipe kedua adalah full PSG (mnimum 7 channel) dengan setting laboratorium tidur di rumah, apartemen, atau di hotel. Tipe ini tidak boleh digunakan karena tidak dilengkapi dengan tenaga khusus yang mengawasi.
- Tipe ketiga adalah PSG dengan Cardiopulmonary Monitoring, yaitu perekam sinyal nafas. Alat ini tidak dilengkapi dengan perekam gelombang otak, sinyal nafas dan lainnya. Namun, khusus untuk sleep apnea, tipe ini dapat digunakan untuk mendiagnosa pasien sleep apnea berat atau yang memiliki mobilisasi terbatas.
- Tipe keempat adalah PSG yang berfungsi sebagai screening, yaitu hanya pemeriksaan penyaring. Alat ini hanya digunakan untuk merekam airflow atau aliran udara dan kadar oksigen dalam darah.
Pernahkah Anda merasa tertindih oleh makhluk gaib saat sedang tidur ? Benarkah karena makhluk halus ? Berbahayakah itu ? Apa yg harus kita lakukan saat mengalaminya ? Berikut ini akan coba dijabarkan penjelasan ilmiah tentang fenomena tersebut. Penjelasan ini Mei dapat dari majalah Dokter Kita edisi Desember 2008,semoga bermanfaat,amiinn.
Fenomena tindihan secara medis disebut sleep paralysis,suatu gejala dari gangguan tidur. Saat kejadian,penderita sering mengalami halusinasi seperti melihat makhluk halus,oleh karena itu sering dikaitkan dgn hal2 mistis. Tindihan biasanya terjadi menjelang tidur sehingga halusinasinya disebut hypnagogic (menjelang tidur),sedangkan halusinasi saat menjelang bangun tidur disebut hypnopompic (akhir tidur).
Ketika berada dalam ‘kondisi kurang tidur’(bisa karena waktu tidur kurang atau waktu tidur cukup tetapi kualitasnya buruk),gelombang otak tidur kita seolah melompat dari tahap tidur ringan dan setengah sadar menuju ke tahap tidur dalam dan mengalami mimpi. Akibatnya kita merasa seperti setengah sadar dan setengah bermimpi. Tiba2 kita melihat sosok menyeramkan dan tak dapat menggerakkan badan. Kondisi ini diperburuk dgn nafas yg berat,seolah sesak. Tubuh dan nafas yg sesak berkaitan dgn tahap tidur dalam tadi karena pd tahapan tersebut terjadi pula kelumpuhan otot2 besar. Walaupun secara otomatis kita tetap bernafas saat tidur,namun dalam keadaan panik,biasanya kita akan menarik nafas dalam yg tentu saja membutuhkan otot2 pernafasan ekstra,yg sayangnya saat tidur dalam juga ikut dilumpuhkan.
Tindihan tidak berbahaya namun tidak boleh dianggap remeh karena bisa jadi merupakan salah satu tanda gejala tidur seperti narkolepsi,sleep apnea,gelisah,atau depresi. Hal yg perlu dilakukan saat mengalami tindihan adalah berpikir tenang. Lupakan ‘penampakan2’ yg dirasakan sehingga bisa tertidur kembali atau bangun. Jika sering mengalami tindihan,hendaklah membuat jurnal tidur sebelum ke dokter. Jurnal ini merupakan catatan kebiasaan tidur yg berisi catatan waktu tidur,kebiasaan sebelum tidur,obat yg diminum,mimpi,hal2 yg dirasakan saat bangun tidur. Jurnal ini akan sangat bermanfaat bagi dokter utk menganalisa kebiasaan tidur Anda.
Hampir setiap orang pernah mengalami masalah sulit tidur. Penyebabnya stress,nyeri di tempat tertentu atau karena minum terlalu banyak kafein dan alkohol. Berapa waktu yg cukup utk tidur ? Setiap orang berbeda2. Ada orang yg tidurnya hanya 4 atau 5 jam sehari di sisi lain ada orang yg membutuhkan waktu hingga 10 jam utk tidur. Secara umum rata2 waktu yg dibutuhkan tidur adalah 7,5 jam.
Jika hanya sesekali,insomnia tidak mengakibatkan masalah namun jika terjadi berulang kali dan dalam waktu lama akan mengakibatkan masalah serius. Insomnia tidak hanya mempengaruhi kadar energi dan suasana hati (mood),melainkan kesehatan secara umum karena tidur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kurang tidur,tidak hanya mengakibatkan gangguan daya tahan tubuh tetapi juga konsentrasi. Organ tubuh lain seperti kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) juga terpengaruh dan bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi.
Jenis insomnia bermacam2,biasanya dibedakan berdasarkan lama keluhan berlangsung.
1.insomnia akut, mengalami tidur yg kurang lelap selama 3 minggu sampai 6 bulan
2.insomnia transient,terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu dan dapat disebabkan oleh penyakit lain,perubahan lingkungan dan stress
3.insomnia kronik,berlangsung lebih dari 4 minggu sampai bertahun2 dan dapat merupakan gejala dari penyakit lain atau diagnosis tersendiri.
Gejala insomnia diantaranya :
1.sulit tidur malam hari
2.tidur tidak lelap
3.tidur tidak bisa lama dan badan terasa kurang segar
4.terbangun saat malam hari atau lebih awal dan tidak bisa tidur kembali
5.mengantuk atau lelah pada siang hari
6.perasaan tidak menentu dan mudah tersinggung pada siang hari
Penyebab insomnia :
1.stress
2.rangsangan obat misalnya obat anti depresi,obat penurun darah tinggi,dan obat kortikosteroid (anti radang),efedrin,amfetamin,antibiotik seperti golongan fluoroquinolon,teofilin, dan kafein
3.kondisi higiene tidur yg kurang baik,misalnya tidur di ranjang atau tempat tidur yg kurang nyaman,kebiasaan tidur yg kurang baik seperti minum kopi sebelum tidur, dan makan berlebihan di akhir malam. Sebenarnya makan malam merupakan hal yg wajar namun jika makan berlebihan di akhir malam mengakibatkan rasa tidak nyaman seperti nyeri dan terbakar di ulu hati. Kondisi tersebut akhirya mengakibatkan sulit tidur
4.gangguan irama sirkadian akibat perubahan suasana atau jadwal kerja dan jet lag. Jet lag (disinkronosis) biasanya dialami orang yg bepergian ke negara dgn zona waktu berbeda.
5.penggunaan obat tidur dalam jangka waktu lama. Utk menghindari insomnia,jika lebih dari seminggu sebaiknya berkonsultasi dgn dokter.
6.insomnia perilaku terjadi karena kekuatiran berlebihan bahwa dirinya tidak dapat tidur dan berusaha keras utk tidur. Sebagian besar orang seperti itu akan sembuh bila suasana tempat tidur diubah.
7.utk insomnia kronik,dapat disebabkan oleh gangguan hormon,kelainan sinyal otak,dan gangguan psikiatrik. Hormon yg terlibat adalah peningkatan kortisol (hormon stress),kekurangan hormon pertumbuhan,dan kekurangan melatonin (hormon tidur). Gangguan psikiatrik yg menjadi penyebab adalah kecemasan,depresi,dan penyalahgunaan zat seperti alkohol.
Utk mengatasi insomnia biasanya dokter akan mencari penyebab dasarnya. Stress,depresi,ketakutan atau penyebab lain merupakan hal yg harus diatasi dahulu sebelum melangkah ke pengobatan selanjutnya. Dgn terapi psikiatrik,penyebab stress dapat diidentifikasi dan ditanggulangi. Selain itu orang yg mengalami insomnia juga dianjurkan utk menjalani terapi perilaku. Terapi ini mengajarkan bagaimana pola tidur dan cara mengkondisikan lingkungan agar mudah tidur,misalnya dgn meditasi dan yoga. Beberapa penelitian menemukan bahwa terapi perilaku sama efektif dgn pemberian obat tidur,bahkan efeknya lebih bertahan lama.
Ada beberapa obat yg dapat diberikan utk mengatasi insomnia. Beberapa obat memiliki risiko munculnya rebound insomnia atau kembalinya gejala insomnia setelah tidak minum obat dan bisa mengakibatkan ketergantungan (golongan benzodiazepine). Pengobatan juga dapat menimbulkan reaksi alergi bengkak di wajah dan gangguan yg berhubungan dgn tidur. Obat tidur tidak direkomendasikan lebih dari 2 minggu karena efek sampingnya. Oleh karena itu,pilihan obat tidak sembarangan karena harus disesuaikan dgn keadaan pasien dan penggunaannya wajib diawasi oleh dokter. Selain itu tujuan akhir adalah penderita dapat tidur dgn normal tanpa menggunakan obat. Obat anti depresi misalnya tradozone juga dapat digunakan utk mengatasi insomnia. Obat bebas yg mengandung histamine dapat digunakan karena memicu kantuk. Obat tersebut dapat diberikan beberapa hari namun akan kehilangan efektivitasnya jika terlalu sering digunakan. Sebagian besar obat tidur mengandung zat yg dikenal dgn difenhidramin dgn efek samping kesulitan buang air kecil dan kantuk sepanjang hari.
Kini telah dikembangkan obat insomnia baru yg tidak menyebabkan ketergantungan. Obat baru bersifat agonis (selaras) dgn melatonin (hormone tidur) dan bekerja khusus di reseptor melatonin. Contohnya ramelteon,cara kerjanya tidak merangsang pusat senang diotak sehingga tidak membuat ketergantungan seperti kebanyakan obat tidur lain. Efisiensinya juga lebih baik serta membuat waktu tidur lebih efektif.
