KAU

Memang di musim salju
Tak ada bunga kuncup walau sepucuk
Tapi di dasar kalbuku
Kau setangkai angkuli
Mekar sudah

Malam hanya angin dingin
Mengetuk-ngetuk jendela kamarku
Menggigilkan pepohonan
Tapi bara yang kau taruh dalam hatiku
Berkobar

Menjelma api,
menghangatkan pikir dan rasa
Mencairkan gairah hidupku yang nyaris beku
Sepadat batu

Di lain waktu
Kau adalah arus air
Mendenyutkan sungai yang dikerontangkan
Terik matahari

Kau arah yang kutuju
Bebas dari kehancuran

[Soni Farid Maulana, 2001]



Note :
Tak perlu kau Termangu
Cukup beri aku ilmu
Tak perlu bujuk rayu
Apalagi bunga yang cepat layu
Cukup untukku
Buku buku dan logikamu

0 comments to “Sepenggal Rasa Kini”