Hai Mam !
Apa kabarmu saat ku tulis ini untukmu ?
Semoga kau dan Ayah serta Albar selalu dalam lindungan dan limpahan rahmat dari Alloh.
Amiin.

Lama kita tak saling bercerita (lebih tepatnya aku bercerita).
Ya, kita berdua tahu bahwa aku saat ini telah berada diposisimu, Mam.
Menjadi seorang istri.
Dan seperti yang pernah kau ajarkan padaku, dulu.
Bahwa apapun masalah rumah tangga seorang anak perempuan yang telah menikah, jangan pernah dia bercerita pada siapa pun, terutama ibunya !
Kau dan aku, Mam, memegang prinsip itu. Teguh dan utuh.
Dan kita berdua bersama-sama menghargai prinsip itu.

Aku disini pun sudah merasakan dan paham apa yang terjadi antara kau dan Ayah dulu.
5an aku mengerti bahwa tak ada rumah tangga dimanapun itu, bahkan pada kehidupan Nabi sekalipun, yang tak mengalami pertengkaran.
Itulah yang dinamakan proses berumah tangga.
Dan setiap masalah datang untuk diselesaikan.
Dan setiap masalah datang sebagai ujian untuk kematangan jiwa.
Dan aku dengan suamiku, melewati masalah, demi kebersamaan kami.
Dan seperti kau, Mam, dan Ayah, kami pun akan berusaha sekuat tenaga mempertahankan pernikahan kami sampai sejauh usia pernikahan kalian saat ini.

Mam, kita tahu bahwa langkah yang aku ambil ini adalah tindakan pemaksaan kehendakku kepadamu.
Sama seperti dirimu yang memaksakan menjalani kehendakmu.
Dan seperti semua konsekuensi pemaksaan akan penuh dengan masalah, maka aku akan terus bertahan sampai pilihan ini selesai terwujudkan.
Dan sama seperti semua langkah yang aku ambil, aku akan bertanggung jawab dan menyelesaikannya sampai selesai.

Aku tak kan mengeluh, apalagi menyesal dengan semua yang telah aku pilih.
Aku yang memilih,
Aku yang menjalankan,
Aku yang merasakan,
Dan aku yang akan menyelesaikan.

Pertama, sebentar lagi aku menyelesaikan impianmu, Mam.
Kedua, aku yang telah mewujudkan impian pertamaku, akan mulai mengambil alih penuh semua yang menjadi tanggung jawab dalam hidupku. Albar dan pernikahanku.
Ketiga, aku akan mewujudkan impian keduaku, melihat dunia !

Kau tahu semua impianku ini dan kau pun tak setuju.
Namun dirimu sadar bahwa seselesainya aku mewujudkan impianmu merupakan kebebasanku untuk mewujudkan impianku.
Kita telah sepakat akan hal ini dan aku pun telah berjanji padamu, Mam, sampai mati aku tak kan pernah menelantarkan keluargaku !

Aku akan menjadi sepertimu, Mam.
Menjadi wanita hebat dan aku akan memperbaiki kesalahanmu.
Aku berjanji, kau akan bangga melihatku nanti.
Semua ini kutulis sebagai bentuk janjiku padamu,
Mamaku tercinta.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Category: | 0 Comments

0 comments to “Untuk Mamaku Tercinta”